Gegara Perang, Begini Nasib Suku Bunga Acuan dan Rubel Rusia!

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
22 April 2022 20:10
Orang-orang berjalan melewati kantor pusat Bank Sentral di Moskow, Rusia (11/2/2019). (REUTERS/Maxim Shemetov)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank sentral Rusia akan mempertimbangkan untuk memangkas suku bunga utamanya lebih lanjut pada pertemuan dewan mendatang. Sebelumnya, bank sentral Negeri Beruang Merah telah memangkas suku bunga acuannya menjadi 17%, dari sebelumnya di level 20%.

Gubernur bank sentral Rusia Elvira Nabiullina mengatakan tingginya suku bunga terjadi karena Rusia mencoba meminimalisir dampak sanksi Barat kepada Rusia akibat konflik dengan Ukraina, yang berujung pada menguatnya tantangan ekonomi ke depan.

Suku bunga acuan yang tinggi bakal membuat imbal hasil (yield) obligasi negara yang bersangkutan meningkat sehingga menarik investor global yang memborongnya dan secara bersamaan memperkuat nilai tukarnya.


Namun suku bunga yang tinggi juga memicu pengetatan likuiditas di sektor keuangan, yang bisa menekan sektor riil.

Kenaikan suku bunga darurat bank sentral Rusia menjadi 20% pada akhir Februari lalu turut membantu menstabilkan rubel dan mengatasi lonjakan inflasi. Bank sentral kemudian memangkas suku bunga menjadi 17% pada Rapat Dewan pada 8 April lalu.

"Kami akan mempertimbangkan kemungkinan pemangkasan lebih lanjut pada pertemuan mendatang," kata Nabiullina, berbicara di majelis parlemen, Duma pada Kamis (21/4/2022) waktu setempat.

Sementara itu, inflasi di Rusia per Maret berada di level 17,6% dan berada di jalur untuk kembali meningkat menjadi 22% tahun ini. Di sisi lain, ekonomi Rusia diprediksi menyusut sebesar 9,2% pada 2022, menurut survei para ekonom yang dilakukan oleh bank sentral Rusia pada bulan ini.

Nabiullina memperingatkan bahwa Rusia yang sempat mengalami pertumbuhan ekonomi terkuat dalam 13 tahun terakhir pada 2021, diprediksi akan mengalami perubahan struktural karena terbatasnya akses ke sistem keuangan global dan pembatasan perdagangan internasional sebagai bentuk dari sanksi Barat terhadap Rusia.

"Masalah bisa saja muncul meski ada produksi dengan tingkat lokalisasi yang tinggi, padahal sudah ada substitusi impor yang cukup tinggi," kata Nabiullina, dilansir dari Reuters

Oleh karena itu, pihaknya sedang mencari penyesuaian pada kontrol valuta asingnya untuk menghindari situasi di mana nilai tukar Rubel menyimpang di pasar sekunder.

Tertinggi Kedua

Posisi suku bunga acuan bank sentral Rusia saat ini menjadi yang tertinggi kedua di dunia, setelah Argentina dan sebelum Turki. 

Berdasarkan data Tradingeconomics, suku bunga acuan bank sentral Argentina menjadi yang paling tinggi di dunia saat ini, yakni mencapai level 47% dan cenderung masih mengalami kenaikan.

Berikut data suku bunga acuan bank sentral di 10 negara diurutkan dari yang tertinggi ke yang terendah.

Suku Bunga Bank Sentral 10 Negara

Hingga 14 April, bank sentral Argentina telah menaikkan suku bunga acuannya sebanyak empat kali, setelah data inflasi yang diterbitkan pada hari sebelumnya menunjukkan harga meningkat pada laju bulanan tercepat dalam 20 tahun.

Badan Statistik Argentina melaporkan data Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret lalu naik menjadi 6,7%, menjadi laju bulanan tercepat sejak 2002.

Selain Argentina dan Rusia, suku bunga acuan tertinggi lainnya yakni Turki. Bank sentral Turki (Türkiye Cumhuriyet Merkez Bankası/TCMB) memang telah memangkas suku bunga acuannya sebesar 500 basis poin (bp) menjadi 14% pada bulan ini.

Sebelum dipangkas menjadi 14%, suku bunga acuan TCMB sempat menyentuh 20% dalam beberapa bulan terakhir tahun lalu. 

Sebelumnya, inflasi di Turki naik menjadi 61,14% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Maret 2022, dari sebelumnya pada Februari lalu sebesar 54,4%. Inflasi Turki menjadi yang tertinggi dalam 20 tahun terakhir.

Hal ini sesuai dengan ekspektasi pasar dalam survei Reuters, di mana inflasi Turki akan melesat lagi melewati 60% di bulan Maret. Namun, inflasi Maret 2022 masih lebih rendah dari Maret 2002 yang saat itu mencapai 65,1%.

Sementara untuk Indonesia, suku bunga acuannya berada di posisi ke-9, di bawah China dan di atas Korea Selatan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

China Minta Bank Sentral Dunia Tahan Suku Bunga


(chd/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading