Gembok Dibuka, Saham SMMT Malah Masuk Pemantauan Bursa

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
13 April 2022 08:25
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya membuka suspensi (penghentian sementara) perdagangan saham emiten batu bara PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) mulai sesi I perdagangan Rabu (13/4/2022).

"Suspensi atas perdagangan saham PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 13 April 2022," jelas BEI dalam pengumuman tertulisnya, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (13/4).

Sebelumnya, pihak bursa 'menggembok' saham SMMT pada 23 Maret 2022 usai terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham emiten Grup Rajawali tersebut.


Informasi saja, sejak awal tahun (ytd), harga saham SMMT telah meroket 432,18%.

Bersamaan dengan dibukanya suspensi, BEI juga memasukkan saham SMMT ke dalam daftar Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus dengan kriteria notasi 10 mulai hari ini (13/4).

Notasi 10 menandakan suatu saham dikenakan penghentian sementara perdagangan efek selama lebih dari 1 Hari Bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan.

Sebelumnya, manajemen SMMT telah menggelar paparan publik insidentil (incidental public expose) pada Jumat pekan lalu (8/4) untuk memenuhi permintaan bursa terkait suspensi saham perseroan akibat kenaikan harga yang signifikan tersebut.

Dalam materi public expose, pihak SMMT menjelaskan, pergerakan harga saham SMMT akan dipengaruhi oleh 3 hal.

Pertama, kinerja keuangan dan operasional perseroan tahun 2021 yang tumbuh cukup signifikan.

Kedua, harga komoditas serta permintaan batu bara yang masih tinggi saat ini.

Ketiga, soal ekspektasi investor atas prospek pertumbuhan laba perseroan di 2022.

Sementara, dalam sesi tanya-jawab, pihak SMMT menanggapi belasan pertanyaan yang diajukan oleh para peserta paparan publik.

Beberapa di antaranya terkait dengan volume penjualan tambang perseroan pada 2021, belanja modal (capex) pada 2022 yang ditargetkan tidak lebih dari Rp 30 miliar, strategi perusahaan tahun ini, hingga keputusan pembagian dividen tahun ini yang akan diputuskan dalam RUPST.

Di samping itu, SMMT juga menargetkan kenaikan penjualan hingga 15-20% dibandingkan dengan realisasi 2021.

Soal isu perseroan akan diakuisisi, SMMT juga mengklarifikasi bahwa perusahaan belum menerima pemberitahuan resmi dari pemegang saham pengendali perihal rencana pengalihan kepemilikannya kepada pihak lain.

Kemudian soal pertanyaan terkait rencana ekspansi, pihak SMMT juga membuka peluang melakukan akuisisi tambang lain.

Pada saat yang sama perusahaan juga memastikan akan terus melanjutkan ekspor batu bara yang dihasilkan aset perusahaan di Kalimantan.

"Perseroan tidak pernah menutup kemungkinan atas kesempatan ataupun peluang-peluang terhadap tambang yang secara kualitas dan perijinan baik. Namun Perseroan akan lebih mengutamakan aset-aset yang tidak terlalu jauh dari aset kami di Sumatera dan Kalimantan," kata direksi perusahaan, dikutip Senin (11/4/2022).

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

SMMT Beauty Contest, INDY: Kami Kejar Karbon Netral Pada 2050


(adf/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading