Sentimen Negatif Masih Mendominasi, Bitcoin dkk Loyo Lagi

Market - chd, CNBC Indonesia
11 April 2022 10:15
Gambar Cover, Cryptocurrency Ambrol

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mayoritas kripto utama terpantau melemah pada perdagangan Senin (11/4/2022), di tengah masih hadirnya beberapa sentimen negatif di pasar aset digital hingga hari ini.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:00 WIB, hanya koin digital (token) berjenis stablecoin yakni Tether yang menghijau tipis pada hari ini.

Sedangkan sisanya terpantau kembali berjatuhan. Bitcoin melemah 1,33% ke level harga US$ 42.223,37/koin atau setara dengan Rp 606.327.593/koin, Ethereum terkoreksi 1,99% ke level US$ 3.193/koin atau Rp 45.851.480/koin.


Berikutnya BNB merosot 2,35% ke US$ 416,71/koin (Rp 5.983.956/koin), Cardano tergelincir 2,49% ke US$ 1,02/koin (Rp 14.647/koin), Terra ambruk 5,37% ke US$ 90,96/koin (Rp 1.306.186/koin), dan Avalanche ambrol 4,65% ke US$ 80,57/koin (Rp 1.156.985/koin).

Berikut pergerakan 10 kripto utama pada hari ini.

Kripto

Berlanjutnya koreksi di pasar kripto pada hari ini karena investor masih mengevaluasi rencana bank sentral Amerika Serikat (AS) yang akan lebih agresif dalam menentukan kebijakan moneter kedepannya guna mengekang tingginya inflasi.

Pada Rabu pekan lalu, The Fed merilis risalah pertemuannya di bulan Maret, menyatakan rencananya untuk mengurangi kepemilikan obligasinya sebanyak US$ 95 miliar per bulan.

Tidak hanya itu, mereka juga mengindikasikan potensi kenaikan suku bunga acuannya sebanyak 50 basis poin di pertemuan berikutnya.

The Fed yang berpotensi semakin hawkish membuat investor cenderung masih berhati-hati memburu aset digital hingga hari ini. Bahkan, The Fed yang semakin hawkish juga turut memperberat kembali kinerja saham teknologi, karena harapan ntuk mendulang laba tinggi agak memudar.

Selain karena potensi sikap The Fed yang semakin hawkish, sentimen dari kasus peretasan yang menyerang non-fungible token (NFT) Axie Infinity pada Sabtu lalu.

Aleksander Leonard Larsen, Chief Operating Officer Sky Mavis yang berbasis di Ho Cho Minh, menyebut uang yang raib gara-gara hacker di pasar kripto butuh waktu yang cukup lama untuk kembali.

Sky Mavis, pengembang game blockchain NFT bernama Axie Infinity, melaporkan hacker telah mencuri dana pengguna senilai US$ 615 juta atau setara Rp 8,8 triliun (asumsi kurs US$ 1 setara Rp 14.300). Manajemen menyatakan akan mengganti dana pengguna tersebut.

Kini solusinya penggantian dana pengguna itu sudah tercapai. Salah satunya dengan dana talangan dari investor.

Axie Infinity menyatakan penggantian dana tersebut berasal dari dana internal dan suntikan dana investor sebesar US$ 150 juta yang dipimpin oleh platform cryptocurrency Binance dan venture capital a16z.

Namun proses penggantian itu tidak akan sebentar. Larsen menyebut butuh waktu sekitar dua tahun.

"Kami perkirakan dalam waktu dua tahun ke depan sebagian dana bisa kembalo. Dua tahun adalah waktu yang cukup untuk mendapatkan informasi. Kami di sini untuk jangka panjang," kata Larsen kepada Bloomberg, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Di lain sisi, saat ini bitcoin masih dalam kondisi bearish dalam jangka pendek. Seorang komentator Crypto Ed memperkirakan Bitcoin masih akan kembali menguji level support US$ 40 ribu, sembari menambahkan Bitcoin malah berpotensi kembali anjlok di bawah level tersebut.

"Selama [Bitcoin] tidak menyentuh kembali [level] 44 ribu atau bahkan 45-46 ribu, saya khawatir kita harus siap untuk lebih banyak penurunan dan setidaknya [BTC] menguji ulang [level support] 40 ribu dan bahkan mungkin lebih rendah dari itu," dia memperingatkan pengikut Twitter, dikutip Cointelegraph, Minggu (10/4/2022).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Crypto Crash! Bitcoin Cs Babak Belur, Ada Apa Ini?


(chd/chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading