Berat & Tak Mudah, Begini Ngerinya Situasi Dunia Versi Jokowi

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
06 April 2022 12:28
Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajarannya untuk terus memantau perkembangan harga-harga komoditas, utamanya pangan dan energi, yang mengalami kenaikan sebagai dampak dari situasi geopolitik di Rusia dan Ukraina. (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perkembangan ekonomi dunia saat ini dalam situasi yang tidak mudah dan menantang. Indonesia sebagai negara berkembang, tentu akan terdampak dari dinamika perubahan global.

Hal tersebut tak luput dari perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi), saat memberikan pengantar dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (6/4/2022).


"Kita semua tahu bahwa situasi saat ini adalah situasi yang tidak mudah, situasi yang tidak gampang," kata Jokowi.

Sidang Kabinet Paripurna tersebut digelar pada Selasa (5/4/2022) dan bersifat tertutup. Sekretariat Presiden kemudian mengunggah video pengantar Jokowi siang ini, Rabu (6/4/2022).

Jokowi menekankan, bahwa situasi fiskal, moneter dalam negeri kini dipengaruhi oleh faktor ekonomi global yang masih bergejolak, utamanya berkaitan dengan kenaikan inflasi di sejumlah negara.

"Kesadaran ini harus kita miliki dan dampak itu dirasakan betul oleh masyarakat saat kita turun ke bawah," tegasnya.

Jokowi mencontohkan inflasi Amerika Serikat (AS) saat ini berada di angka 7,9% dari sebelumnya berada di bawah 1%. AS, ditegaskan Jokowi, bukan satu-satunya negara yang mengalami lonjakan inflasi.

"EU sudah masuk ke angka 7,5% yang biasanya juga kira-kira hanya di angka 11%. Turki sudah di angka 54%, angka seperti ini sudah kita tahan agar tidak terjadi kenaikan, tapi saya kira situasinya emang tidak memungkinkan," tegas Jokowi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jokowi Kecewa Dana Daerah di Bank Naik Jelang Tutup Tahun


(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading