Top Gainers Sesi I

Bareng INDY-DOID, Saham Milik Asabri Ini Jadi Top Gainers!

Market - adf, CNBC Indonesia
05 April 2022 12:48
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten jasa keuangan PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) melonjak tinggi dan menjadi pemuncak top gainers pada paruh pertama hari ini, Selasa (5/4/2022). Tidak hanya POLA, duo saham emiten batu bara juga ramai diborong investor.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri ditutup menguat 0,10% ke 7.123,376 dengan nilai transaksi Rp 7,12 triliun dan volume perdagangan 15,19 miliar saham.

Berikut saham-saham penghuni top gainers pada sesi I siang ini (5/4), mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI).


  1. Pool Advista Finance (POLA), naik +19,47%, ke Rp 135/unit

  2. Jaya Konstruksi Manggala Pratama (JKON), +10,13%, ke Rp 87/unit

  3. Indika Energy (INDY), +10,04%, ke Rp 2.520/unit

  4. Delta Dunia Makmur (DOID), +8,61%, ke Rp 454/unit

  5. Asia Pacific Fibers (POLY), +7,06%, ke Rp 91/unit

Menurut data di atas, saham POLA melonjak 19,47%. Sebelum ini, saham emiten yang sebagian sahamnya (7,65%) digenggam oleh PT ASABRI ini juga ditutup melesat 34,44% pada Jumat pekan lalu.

Sejauh ini, informasi terbaru dari POLA adalah soal laporan bulanan registrasi pemegang efek per akhir Februari 2022 di mana tidak ada perubahan kepemilikan saham.

Saham emiten batu bara INDY juga terkerek 10,04%. Saham INDY telah mengalami reli kenaikan selama 4 hari beruntun sejak Kamis pekan lalu. INDY sendiri baru melaporkan kinerja keuangan tahunan 2021 pada Jumat minggu lalu.

Investor tampaknya mengapresiasi rapor keuangan INDY di mana perusahaan berhasil turnaround atau sukses membalik rugi bersih menjadi laba bersih pada tahun lalu.

INDY mencetak laba bersih US$ 57,72 juta per akhir 2021, berbalik dari tahun sebelumnya yang merugi US$ 117,54 juta.

Pendapatan bersih INDY juga tumbuh signifikan 69,21% secara tahunan menjadi US$ 3,07 miliar pada 2021.

INDY sendiri belum akan mengubah target produksi batu bara pada tahun ini. Sehingga, pihaknya belum akan mengajukan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2022, meskipun harga batu bara tengah mengalami lonjakan.

Vice President Director and CEO Indika Energy Azis Armand mengatakan saat ini perusahaan tengah fokus untuk mengoptimalkan produksi sesuai dengan RKAB yang sudah diajukan sebelumnya.

INDY melalui anak usaha PT Kideco Jaya Agung pada 2022 menargetkan produksi sebesar 34 juta ton, sementara dari PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) sebanyak 1,8 juta ton.

Setali tiga uang, saham DOID juga naik 8,61%, setelah naik dalam 2 hari terakhir. Dalam sepekan saham ini melesat 13,50%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dua Saham 'Tidur' Ini Tiba-Tiba Jadi Top Gainers, Ada DEWA?


(adf/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading