Begini Penjelasan Salim Soal Saham Bank Mega

Market - vap, CNBC Indonesia
30 March 2022 17:15
Transaksi perbankan antara teller Bank Mega dengan nasabah.

Jakarta, CNBC Indonesia - Grup Salim buka suara soal kepemilikan saham di bank milik pengusaha nasional Chairul Tanjung, PT Bank Mega Tbk (MEGA). 

Hal itu disampaikan unit usaha Grup Salim, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) dalam keterbukaan informasi, Rabu (30/3/2022).

"Tidak benar Pengendali Perseroan dalam hal ini PT Megah Eraraharja menguasai lebih dari 5% kepemilikan saham di Bank Mega," ungkap manajemen DNET. 


Dalam POJK No.11/POJK.04/2017 tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka, menyatakan bahwa hanya pemegang saham yang memiliki paling sedikit 5% yang memiliki kewajiban untuk melaporkan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham Perusahaan Terbuka. 

"Tidak ada informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi hidup perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham perusahaan," ungkap Corporate Secretary DNET Kiki Yanto Gunawan. 

Untuk diketahui, berdasarkan laporan keuangan DNET per 30 September 2021, PT Megah Eraraharja menggenggam 26,6% saham DNET sedangkan Anthoni Salim memiliki 25,3% saham. 

Sedangkan berdasarkan laporan keuangan Bank Mega per akhir 2021, Grup Salim melalui unit usahanya yang lain yakni PT Indolife Pensiontama, diketahui memiliki 5,7% saham. Kepemilikan tersebut berkurang dari 6,07% pada akhir 2020. 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Asing Barengan Borong Saham MEGA & DNET Senilai Rp 800 M


(vap/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading