Achmad Zaky Cs Batal Cuan Puluhan Triliun Gegara Lock Up BUKA

Market - Tim Riset, CNBC Indonesia
28 March 2022 18:25
Bukalapak

Jakarta, CNBC Indonesia - Periode lock-up saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) resmi dibuka hari ini, Senin (28/3/2022). Menariknya harga saham BUKA justru mengalami kenaikan signifikan setelah sempat terkoreksi parah pada awal perdagangan.

Pada penutupan perdagangan, harga saham emiten lokapasar Tanah Air tersebut terpantau naik 8,44% dan berada di level Rp 334/unit.

Namun jika dibandingkan dengan saat penawaran perdana (IPO), harga saham BUKA masih terkoreksi 60,5% mengingat harga IPO BUKA saat itu mencapai Rp 850/unit.


Gembok transaksi saham investor lama sudah dibuka. Artinya kini para pemegang saham awal BUKA sudah bisa melakukan aksi penjualan di pasar.

Mengacu pada prospektus perseroan, ada 55 pihak investor strategis yang sudah memiliki saham BUKA sebelum melantai di bursa.

Mereka ini berasal dari berbagai latar belakang mulai dari founders, direksi, investor individu, venture capital, reksa dana hingga karyawan dan mantan karyawan.

Adapun beberapa sosok investor BUKA yang namanya sudah tidak asing lagi adalah Alvin Sariaatmadja, Adi Wardhana Sariaatmadja hingga Pandu Sjahrir.

Ketiga nama tersebut masuk ke dalam jajaran pemegang saham yang secara sukarela menggembok sahamnya sebanyak 90% (voluntary lock-up) dari total kepemilikan yang mereka miliki selama 8 bulan sejak tanggal efektif perjanjian.

Selain ketiga nama di atas ada beberapa nama lain yang juga masuk ke dalam pemegang saham voluntary lock-up. Namun ada 33 nama pemegang saham yang masuk kategori mandatory lock-up termasuk di dalamnya ada Achmad Zaky dan sejumlah investor lain baik lokal maupun internasional seperti Microsoft Corporation.

Total kepemilikan saham BUKA oleh investor awal mencapai hampir 77,4 miliar atau setara dengan 75% dari total saham beredar (outstanding).

Namun, apabila investor awal tersebut menjual saham BUKA dengan harga setara harga IPO (tidak kena lock-up), maka potensi cuan tambahan yang hilang mencapai Rp 39,77 triliun atau hampir Rp 40 triliun dibandingkan dengan apabila menjual di harga saat ini di angka Rp 334/saham.

Namun yang perlu diingat adalah bahwa investor lama ini tentu saja tidak membeli di harga yang sama seperti harga IPO.

Mereka membeli di harga jauh lebih rendah, sehingga kalaupun dijual saat ini masih ada potensi keuntungan yang dikantongi. Hanya saja keuntungannya tidak maksimal karena adanya lock-up.

Analisis Teknikal

TeknikalFoto: Tim Riset
Teknikal

Lantas bagaimana prospek saham BUKA ke depan? Secara teknikal tampak bahwa saham BUKA cenderung memulai periode kenaikan sejak 17 Maret lalu.

Apabila menggunakan time frame harian (daily) dan indikator Bolinger Band (BB) untuk melihat level support dan resisten terdekat, harga saham BUKA hari ini bergerak menuju level resisten terdekatnya di Rp 357/saham.

Terpantau sejak minggu ketiga Maret dimulai justru terjadi penguatan momentum beli tercermin dari indikator relative strength index (RSI) yang naik dari posisi di bawah 30 (jenuh beli) menuju 54,59.

Indikator teknikal lain yakni Moving Average Convergence Divergence (MACD) juga mengkonfirmasi pola uptrend. Garis EMA 12 sudah memotong ke atas garis EMA 26 sejak 21 Maret 2022.

Kini garis EMA 12 bergerak menjauhi garis EMA 26 yang mengindikasikan pola kenaikan. Di sisi lain bar histogram juga bergerak ke area negatif menguat. Setidaknya untuk jangka pendek harga saham BUKA berpotensi menguji level support di Rp 303 dan resisten di Rp 357.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Rachmat Kaimuddin Resign, Willix Halim Jadi Plt Dirut BUKA


(RCI/RCI)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading