Industri Semen Belum Pulih, Tengok Laba Indocement Drop

Market - Lalu Rahardian, CNBC Indonesia
25 March 2022 11:53
Sayup suara ombak menyusup hingga ke ruang-ruang sempit Kapal yang tengah bersandar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Rabu (29/7/2020) petang itu. Sejumlah anak dengan berani tengah asik melompat bergantian dari atas kapal, sambil berteriak.
Sunda Kelapa adalah nama pelabuhan yang berada di ujung utara Jakarta. Pelabuhan ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Pada zaman kerajaan, Sunda Kelapa adalah pusat perdagangan. Kini, meski telah dimakan usia, pelabuhan ini masih tetap ramai.
Banyak orang mengais rezeki di Pelabuhan Sunda Kelapa. Ada pedagang, nelayan, Anak Buah Kapal (ABK), pemberi jasa sampan, hingga buruh angkut. Semua tumpah ruah menjadi satu. Namun bagi anak-anak sunda kelapa adalah tempat paling asik untuk bermain.

Pelabuhan Sunda Kelapa lambat laun tidak terlihat sesibuk saat masa jayanya. Kini, pelabuhan tersebut dikelola oleh PT Pelindo II dan tidak mengantongi sertifikasi International Ship and Port Security karena sifat pelayanan jasanya hanya untuk melayani kapal antar pulau di dalam negeri.

Dari sisi ekonomi pelabuhan ini masih cukup strategis, mengingat berdekatan dengan pusat-pusat perdagangan di Jakarta seperti Glodok, Pasar Pagi, Mangga Dua, dan lain-lainnya. Menjadi buruh kuli angkut mungkin bukan hal yang dicita-citakn oleh banyak orang. Namun ketika tidak ada lagi keahlian yang bisa ditawarkan selain tenaga kasar maka menjadi buruh kasar sebagai kuli angkut pun harus dijalani.

Setidaknya ini yang tertangkap saat melihat potret para kuli angkut di Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta Utara. Dalam sehari para pekerja kuli angkut ini mampu membongkar muatan dengan berat total 300ton. Beban sebesar ini dikerjakan oleh 20an orang pekerja.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Laba tahun berjalan yang diperoleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun tipis sepanjang 2021. Secara tahunan (year-on-year/yoy) tercatat sebesar 1% menjadi Rp 1,79 triliun pada 2021 dari posisi Rp 1,81 triliun pada 2020.

Berdasarkan paparan kinerja perusahaan yang dikutip Jumat (25/3/2022), INTP tercatat berhasil mengerek pendapatan bersih sepanjang 2021 sebesar 4,1% YoY. Hingga akhir 2021, pendapatan neto INTP ada di angka Rp14,771 triliun.

Pada saat yang sama, volume penjualan perusahaan juga tumbuh 5% YoY dari 17.108 ribu ton pada 2020 menjadi 17.960 ribu ton di 2021. Jika dirinci, penjualan semen domestik perusahaan naik 2%, klinker di pasar domestik 71%, dan klinker ekspor meningkat pesat 156%.


"Total Volume Penjualan meningkat sebesar 5% diikuti dengan peningkatan Pendapatan Neto sebesar 4,1% karena harga jual rata-rata yang lebih rendah dari penjualan ekspor (yang lebih banyak klinker)," tulis perusahaan dikutip dari laman Bursa Efek Indonesia.

Akan tetapi, beban pokok pendapatan INTP di periode tersebut turun naik 6,3% YoY dari Rp9,07 triliun per 2020 menjadi Rp9,64 triliun di 2021. Kenaikan ini terjadi karena peningkatan volume penjualan dan biaya energi terutama dari harga batu bara.

Pada periode yang sama, total aset yang dimiliki INTP berkurang 4,4% YoY dari Rp27,34 triliun di 2020 menjadi Rp26,13 triliun per 2021. Kas dan setara kas yang dipegang perusahaan per akhir 2021 sejumlah Rp6,1 triliun.

Atas kinerja tersebut, maka laba per saham INTP kini ada di posisi Rp486,79/lembar. Nilai ini berkurang dibanding posisi pada 2020 sebesar Rp490,69/lembar.

Pada 2022, INTP memproyeksikan pasar semen di Indonesia bisa tumbuh 4-5%. Perusahaan memastikan biaya energi yang harus ditanggung akan tetap tinggi karena volatilitas harga batu bara dan bahan bakar.

"Kami telah menaikkan harga jual di Maret untuk mengkompensasi sebagian dari kenaikan biaya energi, dan akan terus memantau secara seksama perkembangan pangsa pasar kami untuk melihat apakah kenaikan harga tersebut diikuti oleh pesaing atau tidak," tulis perusahaan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tak Ada Pendapatan, Emiten Sandi Ini Bisa Catat Laba Rp 89 M?


(hps/hps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading