Banjir Sangatta, KPC: Pengelolaan Air Tambang Sesuai Aturan

Market - rah, CNBC Indonesia
24 March 2022 14:21
dok Kaltim Prima Coa

Jakarta, CNBC Indonesia - Fenomena La Nina yang curah hujan tinggi berdampak pada terjadinya banjir di Sangatta dan berkaitan dengan operasional unit usaha, PT Kaltim Prima Coal (KPC), anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

GM External Affairs and Sustainable Development KPC Wawan Setiawan mengatakan perusahaan memastikan pengelolaan air tambang masih sesuai aturan yang dipersyaratkan, baik baku mutu kualitas air maupun debit air keluaran menuju sungai sebagai badan penerima.

Pemeriksaan juga dilakukan langsung oleh DLH Kutai Timur dan telah diambil sampel di titik penaatan kolam tambang KPC untuk uji laboratorium. Kemudian debit air yang keluar menuju sungai Sangatta, masih di bawah standar.


Kemudian Catchment area tambang KPC, di DAS Sangatta sangat kecil pengaruhnya pada pembentukan volume air, dari wilayah terganggu KPC ke sungai Sangatta.

"Yang pasti, seluruh area tangkapan air di tambang KPC tertampung di kolamkolam pengendap berizin dan dilakukan treatment kualitas dan kuantitas airnya," kata Wawan dalam keterangan resmi, Kamis (24/3/2022).

Untuk DAS Sangatta, ada tujuh kolam yang seluruh baku mutu, kualitas air dan debitnya memenuhi baku mutu ijin kolam; yaitu Kolam Marsawa, Cempaka, PSS, Melawai 2, WQ27D, WQ27F, WQ33. Semua kolam ini berjalan normal saat banjir terjadi dan tidak ada yang jebol bangunan airnya seperti kabar yang berkembang di media sosial.

dok Kaltim Prima CoaFoto: dok Kaltim Prima Coa
dok Kaltim Prima Coal

Wawan menambahkan pada 18-20 Maret 2022, ada dua kondisi yang memicu banjir besar, di DAS Sangatta, yakni curah hujan yang sangat tinggi mencapai 167 mm/hari dengan air pasang yang naik mencapai lebih dari 2,5 meter. Hal ini membuat air hujan yang deras tidak dapat mengalir ke laut dan membanjiri sepanjang sempadan sungai Sangatta.

"Pantauan kami di outlet PSS Bendili, justru air dari arah sungai Sangatta masuk ke sungai Bendili dan tertahan lama tidak mengalir keluar sehingga volume lebih besar dari biasanya," ujarnya.

Wawan menegaskan anggapan bahwa luas area bukaan KPC sangat mungkin meningkatkan volume air menuju sungai dan menyebabkan banjir saat hujan terjadi tidaklah benar.

"Perlu kami luruskan bahwa, seluruh air hujan yang jatuh ke area terbuka KPC telah ditampung di kolam-kolam pengendap dan dikontrol baik kualitas maupun kuantitas airnya," kata dia.

Selain melakukan pengelolaan air tambang, KPC juga melakukan reklamasi lahan bekas tambang secara progresif. Dari 32,542 hektar lahan yang ditambang, sebanyak 13,267 hektar (40,77%) telah direklamasi kembali. Sejak 2014 luasan target reklamasi KPC selalu di atas 1000 hektar.

Kemudian mayoritas karyawan tinggal di Sangatta dan Bengalon, yang juga mengkonsumsi air Sungai Sangatta dan Bengalon.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

BUMI Targetkan Produksi Batu Bara 2022 Tembus 90 Juta Ton


(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading