Review Sepekan

Ini 5 Saham Tercuan, Bank Mega Mencuri Perhatian

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
19 March 2022 17:13
IHSG ditutup akhir Bulan 6.188,99 poin pada Kamis (29/3/2018). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta CNBC Indonesia - Di tengah reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini sebesar 0,47% atau 32,36 poin ke 6.954,965, lima saham ini menjadi mesin pendorongnya dan masuk ke jajaran top gainer sepekan ini.

Menurut data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), lima saham yang masuk ke jajaran peraih cuan terbesar (top gainer)pekan ini bergerak di sektor yang berbeda-beda. Namun tiga di antaranya terpantau tidak memiliki rencana strategis yang cukup material untuk mempengaruhi pergerakan sahamnya.

Ketiga saham tersebut adalah emiten perindustrian PT Tanah Laut Tbk (INDX) yang berada di posisi wahid, emiten pemasok bahan baku PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS), dan emiten sektor transportasi dan logistik PT Transkon Jaya Tbk (TRJA).


Dalam keterbukaan informasi kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen ketiga perusahaan tersebut menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi atau transaksi material tertentu, serta tidak mengetahui penyebab lonjakan harga saham tersebut di pasar.

PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) yang berada di posisi runner up saat ini menggarap aksi korporasi berupa Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PM-THMETD) atau non-preemptive rights issue di harga Rp 1.846,63 untuk 136,95 juta saham baru.

Dari aksi korporasi tersebut, perseroan berpeluang meraup dana segar berkisar Rp 250 miliar. Keputusan tersebut diambil dalam rangka memperbaiki posisi keuangan perseroan dan melaksanakan kewajiban Obligasi Wajib Konversi (OWK) tertanggal 19 Februari 2021.

Sementara itu, saham PT Bank Mega Ybk (MEGA) melesat 32,23% dalam sepekan ini setelah bank milik konglomerat Chairul Tanjung ini mengumumkan harga teoritis sahamnya terkait pembagian saham bonus pada level Rp 6.475 per unit.

Sebagaimana diketahui, Bank Mega akan membagikan 4,78 miliar saham bonus dari kapitalisasi saldo laba yang merupakan dividen saham dengan rasio 1.000:99 dan dari kapitalisasi tambahan modal disetor (agio saham) dengan rasio 1.000:587.

Saham perseroan sepanjang tahun berjalan telah melesat 35% lebih di tengah kinerja positif keuangan per 2021 dengan laba bersih Rp 4 triliun, yang merupakan tertinggi dalam sepanjang sejarah perseroan dan menjadi bank dengan laba bersih terbesar keenam secara nasional.

Meski tahun lalu masih dibayangi pandemi, Bank Mega tercatat mencuri perhatian dengan mengucurkan kredit senilai Rp 60,67 triliun atau melesat hingga 24,9% secara tahunan. Pertumbuhan kredit itu jauh meninggalkan rerata industri yang hanya di kisaran 5%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bareng SRTG, Saham Debutan SICO Langsung Jadi Top Gainers!


(ags/ags)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading