Bursa Eropa Cenderung Cerah di Akhir Pekan!

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
11 March 2022 16:00
The German share prize index DAX board is photographed early afternoon on the day of the Brexit deal vote of the British parliament in Frankfurt, Germany, January 15, 2019. REUTERS/Kai Pfaffenbach Foto: Frankfurt Stock Exchange (DAX) (REUTERS/Kai Pfaffenbach)

Jakarta. CNBC Indonesia - Bursa saham Eropa bergerak cenderung menguat pada pembukaan perdagangan Jumat (11/3/2022), di mana investor global masih mengamati melonjaknya inflasi Amerika Serikat (AS), kejutan yang hawkish dari bank sentral Eropa (ECB), dan konflik di Ukraina.

Indeks Stoxx 600 di awal sesi naik sebanyak 0,5%, di mana saham emiten perjalanan dan hiburan tumbuh 2,4% yang memimpin kenaikan dan mayoritas indeks saham berada di zona positif. Namun, saham pangan dan minuman turun 0,8%

Indeks DAX Jerman terapresiasi 61,03 poin (+0,45%) ke 13.503,13 dan indeks FTSE Inggris yang naik 0,94% ke level 7.166,15. Sementara itu, indeks CAC Prancis turun 0,15%.


Perang antara Rusia-Ukraina dan rentetan sanksi ekonomi dari negara-negara Barat terhadap Moskow, telah memperburuk dan mendorong harga komoditas sehingga menekan pembuat kebijakan. Angka inflasi yang tinggi mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih agresif.Indeks Harga Konsumen (IHK) AS naik secara tahunan di 7,9% untuk bulan Februari, yang menjadi kenaikan tertinggi sejak Januari 1982. Di mana harga pangan dan energi melonjak ke harga tertinggi.

Kemarin, ECB mengumumkan akan menghentikan pembelian obligasi di kuartal III-2022, lebih cepat dari rencana sebelumnya. Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan bahwa perang akan berdampak pada kegiatan ekonomi dan inflasi.

Sentimen pasar telah mengikuti perkembangan di Ukraina sejak Rusia meluncurkan serangannya pada 24 Februari. Diskusi diplomatik antara Rusia dan Ukraina di Turki telah terhenti tanpa kemajuan pada masalah gencatan senjata dan evakuasi warga sipil yang mencoba melarikan diri dari kota Mariupol yang terkepung.

Bursa saham di Asia anjlok hari ini, di mana indeks Hang Seng Hong Kong merosot lebih dari 3% yang menjadi pemimpin penurunan regional.

Bursa saham di Wall Street diprediksikan akan melemah, di mana indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) akan berada di penurunan selama 5 pekan beruntun.

Data ekonomi yang akan dirilis hari ini untuk wilayah Eropa termasuk angka inflasi Jerman di bulan Februari. Selain itu, Produk Domestik Bruto (PDB), data konstruksi, manufaktur dan produksi industri bulan Januari di wilayah Inggris akan dirilis hari ini.

Ekonomi Inggris pulih lebih kuat dari yang diharapkan pada Januari setelah sempat terhambat pandemi pada akhir 2021. Data dari Kantor Statistik Nasional melaporkan bahwa PDB tumbuh 0,8% secara bulanan setelah sempat turun 0,2% di Desember. Jauh melampaui ekspektasi pertumbuhan yang hanya 0,2% dalam jajak pendapat analis Reuters.

Angka inflasi Jerman di Februari naik, selaras dengan IHK yang naik 5,5% secara tahunan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Terseret Sentimen Global, Bursa Eropa Dibuka Merah


(aaf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading