Bakal Jadi Raksasa BPD di Indonesia, Ini Strategi bank bjb

Market - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
11 March 2022 11:48
dok bank bjb

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) atau bank bjb menegaskan akan terus menggenjot pendapatan utamanya untuk meningkatkan kinerja. Perusahaan berencana menggenjot pendapatan dari berbagai segmen, baik konsumer, korporasi, UMKM, hingga komersial.

Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi, mengungkapkan berbagai program jangka menengah dan panjang juga tengah dirancang untuk menjadi raksasa BPD di Indonesia. Rencana tersebut juga akan didukung dengan pembicaraan yang intense bersama BPD lain.

Saat ini, sudah ada 5 BPD yang berkomunikasi secara intensif dengan bank bjb.


"Ini seiring ketentuan terbitnya POJK bahwa BPD harus memiliki modal inti harus minimal Rp 3 triliun. Kalau tidak terpenuhi, akan turun kelas. Namun dari POJK ini ada esepsi, bahwa BPD bisa berkumpul atau membuat KUB (Kelompok Usaha Bank)," ujar Yuddy dalam keterangan tertulis, Jumat (11/3/2022).

Dia menambahkan, KUB ini nantinya akan membawa bank bjb menjadi holding BPD sekaligus menjadi pemanfaatan digitalisasi. Adapun digitalisasi ini didorong bank bjb dengan menyiapkan Capex (capital expenditure) hingga Rp 500 miliar.

Masih dari KUB, Direktur Keuangan Nia Kania, mengatakan, secara potensi BPD di Indonesia memiliki nilai aset yang cukup besar. Jika BPD menjadi satu kesatuan, akan menjadi entitas bisnis yang cukup besar. Secara aset, BPD di Indonesia mencapai lebih dari Rp 800 triliun.

"Setelah KUB ini terbentuk, banyak kerja sama yang bisa dibangun. Di mana antar BPD bisa kerja sama SDM, jaringan kantor, treasure, kredit, dan lainnya. Ini potensinya luar biasa besar," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

BJBR Raih Penghargaan Top 100 Most Valuable Brands


(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading