IHSG Berakhir Lompat Nyaris 1% di Sesi 1 Iringi Rilis Inflasi

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
01 March 2022 12:06
foto : CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir menguat pada perdagangan sesi pertama Selasa (1/3/2022), menyusul pertemuan antara delegasi Ukraina dan Rusia yang memicu ekspektasi meredanya konflik di kawasan tersebut.

Menurut data PT Bursa Efek Indonesia, IHSG dibuka lompat 1,5% ke 6.964,697, sebelum kemudian ditutup di 6.953,177 atau melompat 65 poin (+0,94%). Sebanyak 317 saham menguat, 211 lain melemah, dan 142 sisanya flat.

Nilai perdagangan menyentuh angka Rp 12 triliunan dengan melibatkan 15 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 1 jutaan kali. Investor asing masih mencetak pembelian bersih (net buy), senilai Rp 942,76 miliar.


Saham yang mereka buru terutama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan nilai pembelian bersih masing-masing sebesar Rp 424,8 miliar dan Rp 117,1 miliar. Keduanya menguat masing-masing sebesar 3,74% ke Rp 4.720 dan 1,15% menjadi Rp 4.390/saham.

Sebaliknya, saham yang masih dilego terutama adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai penjualan bersih masing-masing sebesar Rp 71,1 miliar dan Rp 40,7 miliar. Keduanya bergerak berbeda arah di mana BUMI drop 5,56% ke Rp 51/saham sementara BMRI flat di Rp 7.700/unit.

Nilai transaksi terbesar dibukukan BBRI senilai Rp 1,6 triliun diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 691 miliar. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menyusul dengan total nilai perdagangan Rp 686,1 miliar.

Sentimen positif datang dari luar negeri di mana delegasi Ukraina dan Rusia telah sepakat bertemu untuk bernegosiasi di Belarusia, guna menemukan titik temu untuk mengakhiri konflik bersenjata yang sekarang terjadi.

Dari dalam negeri, pekan pertama bulan Maret akan ditandai dengan berbagai rilis data ekonomi mulai dari PMI manufaktur, inflasi hingga data wisatawan mancanegara. Angka PMI manufaktur Indonesia per Februari dirilis pada 1 Maret 2022. PMI manufaktur Indonesia Februari tercatat berada di posisi 51,2 lebih rendah dari bulan sebelumnya atau turun 2,5 poin.

Meskipun mengalami penurunan, aktivitas manufaktur RI diperkirakan tetap ekspansif karena berada di atas ambang batas angka 50. Perlambatan jika terjadi kemungkinan disebabkan oleh kenaikan kasus infeksi virus Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2022.

Selanjutnya ada rilis inflasi yang juga ditunggu-tunggu. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan deflasi 0,02% pada bulan lalu dibandingkan Januari 2022 (bulanan). Secara tahunan, terjadi inflasi 2,06%. Inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) tercatat 0,54%.

Deflasi pertama sejak September 2021 tersebut didorong oleh penurunan harga bergejolak minyak goreng, telur ayam, daging ayam ras serta cabai rawit.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Konsisten Menghijau, IHSG Nyaris Sentuh 6.500 pada Sesi 1


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading