Duh... Ekspor-Impor Indonesia Bisa Terganggu Gegara Perang

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
25 February 2022 18:50
aktifitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan antara Rusia dan Ukraina akhirnya pecah menjadi perang. Situasi ini diperkirakan akan menggangu perdagangan Indonesia, khususnya ekspor dan impor ke kedua negara tersebut.

Rusia dan Ukraina mengandalkan Indonesia untuk pasokan minyak sawit mentah (CPO). Tahun lalu, Indonesia mengekspor US$ 1.1 miliar atau Rp 14,74 triliun (Kurs= Rp 14.300/dolar).

Lebih rinci, Indonesia mengekspor CPO ke Rusia dan Ukraina sebesar Rp 10,2 triliun dan Rp 4,4 triliun.


Nilai ekspor keduanya setara dengan minyak sawit ke Rusia & Ukraina. Jumlah ini setara dengan 3,8% dari total ekspor CPO keseluruhan tahun 2021 sebesar US$ 28,5 miliar.

Selain CPO, barang yang gemar diekspor Indonesia ke Rusia adalah karet dan barang dari karet dengan nilaiUS$ 99,1 juta.

Komoditas terbesar lainnya yang diekspor Indonesia ke Rusia yakni alas kaki dengan nilai US$ 72,2 juta, karet dan barang dari karet dengan nilai US$ 89,2 juta.

Sama seperti Rusia, selain CPO ekspor terbesar selain CPO adalah karet dan barang dari karet dan alas kaki. Nilainya mencapai US$ 3,95 juta dan us4 5,13juta.

Indonesia mengimpor sekitar US$ 1 miliar komoditas dari Rusia setiap tahun. Ini termasuk minyak, gas alam, pupuk, serta besi & baja (kemungkinan untuk proyek infrastruktur).

Sementara itu Ukraina menyumbang sepertiga dari impor gandum Indonesia. Tahun lalu, Indonesia membeli gandum sebesar US$ 946 juta dari Ukraina.

Gangguan rantai untuk sejumlah komoditas di Rusia dan Ukraina saat perang akan berdampak bagi Indonesia. Selain karena pasokan yang berkurang di Indonesia. Harga global juga bisa terungkit.

Pasalnya Ukraina dan Rusia terkenal sebagai salah satu penghasil komoditas terbesar dunia dari biji-bijian, logam, hingga energi.

Sementara untuk ekspor mungkin tidak berpengaruh secara signifikan, terutama CPO, ini karena porsinya yang tidak tidak terlalu besar.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ga Jadi Perang Dunia 3! Bursa Asia Kompak Dibuka Hijau


(ras/ras)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading