Bye Dolar AS! RI Serius Nih Tak Mau Ketergantungan Lagi

Market - Wahyu Daniel, CNBC Indonesia
24 February 2022 07:00
CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Langkah Indonesia untuk mengurangi ketergantungannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) makin serius. Bank Indonesia (BI) mengatakan kebijakan ini mengurangi guncangan terhadap nilai tukar rupiah.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengatakan cara Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS adalah lewat kebijakan Local Currency Settlement (LCS). Melalui kebijakan ini, BI dengan bank sentral negara lain bisa melakukan kebijakan bilateral sehingga transaksi perdagangan kedua negara menggunakan mata uang lokal tanpa menggunakan dolar AS, seperti yang selama ini terjadi.

"LCS akan memberikan pricing menarik, karena eksportir dan importir yang biasanya harus mengonversi mata uangnya ke dolar AS dulu baru ke mata uang negara mitra dagang, sekarang bisa langsung. Harga akan menjadi kompetitif," jelas Destry dalam pertemuan dengan sejumlah Pemimpin Redaksi Media, Rabu (23/2/2022).


Saat ini Indonesia sudah melakukan kerja sama LCS dengan empat negara, yaitu Malaysia, Thailand, Jepang, dan Tiongkok. Perkembangan kerja sama ini sangat pesat dalam dua tahun terakhir. Nilai transaksi dagang Indonesia dengan empat negara ini menurut Destry sudah berlipat-lipat nilainya.

"Ini akan mengurangi ketergantungan kepada dolar AS. Sehingga ini akan mengurangi volatilitas rupiah pada saat misalkan di AS ada perubahan yang drastis," katanya.

Destry menjelaskan, nilai ekspor Indonesia ke AS persentasenya hanya 10% dari keseluruhan ekspor Indonesia. Sementara impor Indonesia dari AS nilainya hanya 5% dari keseluruhan impor Indonesia. "Namun mata uang dolar AS itu persentasenya 94% dari seluruh ekspor, dan 83% dari keseluruhan impor Indonesia," jelasnya.

Sementara dengan empat negara yang melakukan kerja sama LCS ini, nilai ekspor Indonesia ke empat negara ini persentasenya 35% dan untuk impor persentasenya 42%.

"Ini suatu peluang potensi LCS akan sangat besar sekali. Bank-bank juga sangat mendukung, termasuk pengusaha yang menyambut baik. Banyak masukan untuk memperluas LCS ini. Secara bertahap kita akan melihat (perluasan), karena responsnya sangat positif sekali. Akan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah ke depan," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Rupiah Sentuh Level Terendah, Tanda Bahaya?


(wed/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading