IHSG Berakhir Hijau di Sesi 1 Biarpun Rusia-Ukraina Memanas

Market - Petrik M, CNBC Indonesia
23 February 2022 12:04
Kondisi papan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/2/2018). IHSG hari ini bergerak negatif karena respon sentimen anjloknya bursa saham Amerika hingga 4,15%. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini konsisten menghijau pada perdagangan sesi pertama Rabu (23/2/2022). Isu konflik Rusia-Ukraina yang melibatkan Amerika dkk tak membuat sesi perdagangan pagi ini merah.

Menurut data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG hari ini dibuka pada angka 6.878,625. IHSG sekitar pukul 09.15 berada di angka 6.919,471. Hanya itu angka tertingginya di sesi pertama ini. Kemudian IHSG berayun-ayun, tapi masih dalam zona hijau. Pada pukul 10.30 IHSG sudah berada di angka 6.881,153. Lalu terus berayun di zona hijau.

Angka terendah di sesi pertama perdagangan pagi ini adalah di 6.873,814. IHSG berakhir di angka 6.885,781 atau menguat hanya 23,787 poin (0,35%) pada pukul 11:30 WIB. Mayoritas saham tertekan hari ini mencapai sebanyak 295 unit, sedangkan yang menguat hanya 217, sementara 161 sisanya flat.


Nilai perdagangan berada di angka Rp 7,781 triliun dengan melibatkan 15,321 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 992.252 kali. Investor asing hari ini mencetak pembelian bersih (net buy), senilai Rp 384,91 miliar.

Saham yang mereka jual terutama adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan nilai penjualan bersih masing-masing sebesar Rp 55,5 miliar dan Rp 11,3 miliar. Keduanya drop, masing-masing sebesar 0,32% dan 6,06% menjadi Rp 7.900 dan Rp 62/saham. Disusul PT Avia Avian Tbk (AVIA) dengan penjualan bersih sebesar Rp 10,5 triliun dengan harga saham Rp 820/saham. 

Sebaliknya, saham yang mereka buru untuk dibeli terutama adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan nilai pembelian bersih masing-masing sebesar Rp 152,5 miliar dan Rp 53,6 miliar. Masing-masing naik sebesar 1,27% dan naik 1,29%. Dengan harga saham Rp 8.000 dan Rp 7.850/saham.

Dari sisi nilai transaksi, saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan BBCA memimpin dengan total nilai perdagangan masing-masing sebesar Rp 491,6 miliar dan Rp 471,7 miliar, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) senilai Rp 405,7 miliar.

Di antara jajaran saham yang anjlok antara lain PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) dan PT Berkah Beton Sadaya Tbk yang memimpin penurunan 34 poin atau 7,00% dan 370 poin atau 6,98%. Dengan harga saham masing-masing Rp 452 dan Rp 4.930/saham.

Reli IHSG terjadi di tengah tren pelemahan bursa utama Asia, di mana indeks Hang Seng Hongkong menguat masing-masing sebesar 0,69% dan indeks Shanghai Composite Index juga menguat 0,55%. 

Sementara, indeks Dow Jones Industrial menguat 0,40%, sementara Dollar Index melemah 0,04%. Bursa saham Eropa FTSE London 100 menguat 0,13% dan Xetra Dax Frankfurt melemah 0,46%. Ini terjadi di tengah memanasnya Eropa yang secara tidak langsung kena imbas konflik Rusia-Ukraina.

Rupiah membuka perdagangan dengan menguat 0,15% ke Rp 14.340/US$ dan bertahan di level tersebut hingga pukul 09:13 WIB Selasa (23/2). IHSG Menghijau meski antara Rusia dengan Ukraina memanas dan melibatkan Amerika Serikat dan Negara Barat lainnya. 

Pagi ini datang emiten pengembang properti, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) yang mencatatkan saham perdana di BEI. Ditawarkan dengan harga penawaran Rp 130/unit, saham perseriab bergerak naik fluktuatif lebih dari 30% dan sempat menyentuh ke level Rp 174 per saham.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

IHSG Berayun ke Zona Merah, Tertekan 23 Poin di Akhir Sesi 1


(pmt/pmt)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading