Mayday! Rusia-Ukraina Mau Perang, Bitcoin Cs Babak Belur

Market - chd, CNBC Indonesia
22 February 2022 18:50
Harga Bitcoin anjlok

Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan mata uang digital atau cryptocurrency makin terpukul pada Selasa (22/2/2022), karena ketegangan geopolitik diĀ Ukraina kembali mengguncang pasar keuangan global.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 16:45 WIB, Bitcoin ambles 4,65% ke level US$ 37.223,41/koin atau setara dengan Rp 534.528.168/koin (asumsi kurs Rp 14.360/US$). Bahkan, Bitcoin sempat menyentuh kisaran level US$ 36.000 sekitar pukul 10:00 WIB.

Ethereum ambruk 6,33% ke level US$ 2.551,63/koin atau Rp 36.641.407/koin. Sedangkan koin digital (token) yang mengalami koreksi parah yakni XRP, Cardano, dan Solana yang terkoreksi di kisaran 11%-12%.


Analis mengaitkan jatuhnya kripto dengan meningkatnya ketegangan atas krisis geopolitik Rusia-Ukraina. Presiden Rusia, Vladimir Putin Senin malam waktu setempat memerintahkan pasukan ke dua wilayah yang memisahkan diri di Ukraina timur yakni Donetsk dan Luhansk dengan dalih untuk menjaga perdamaian

Bahkan, Putin juga mengumumkan mengakui kemerdekaan Donetsk dan Luhansk.

"Saya menganggap perlu untuk membuat keputusan yang seharusnya sudah dibuat sejak lama untuk mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk," kata Putin sebagaimana diwartakan CNBC International.

Alhasil, AS langsung menanggapi langkah Putin tersebut. Jen Paski salah satu pejabat di Gedung Putih mengatakan Presiden AS, Joe Biden, akan menandatangani perintah eksekutif yang melarang investasi, perdagangan dan pembiayaan oleh warga AS atau sebaliknya dari wilayah Donetsk dan Luhansk.

Langkah ini telah memicu kekhawatiran pasar akan invasi besar-besaran dan membuat pasar saham global kembali berjatuhan karena selera investor terhadap aset berisiko terus menurun.

Bitcoin sering disebut-sebut oleh para pendukungnya sebagai aset minim risiko (safe haven) yang mirip dengan emas, di mana mereka menganggap Bitcoin dapat dijadikan aset lindung nilai (hedging).

Namun, kasus bitcoin sebagai semacam "emas digital" telah memudar karena semakin banyak investor institusional mulai memperdagangkannya sebagai aset spekulatif dan Bitcoin menjadi lebih selaras dengan fluktuasi di pasar saham global.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Meski Bitcoin Cs Ambles, tapi Arus Dana ke Kripto Deras


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading