Sah! Emiten Grup Bakrie Kelola 49% Blok Migas Sengkang

Market - Pratama Guitarra, CNBC Indonesia
18 February 2022 19:28
Blok West Ganal, yang dioperasikan ENI West Ganal. (Doc SKK Migas) Foto: Blok West Ganal, yang dioperasikan ENI West Ganal. (Doc SKK Migas)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG/EMP) sebagai salah satu emiten Grup Bakrie yang begerak di sektor minyak dan gas bumi (migas) menyatakan telah mendapat persetujuan pemerintah mengenai perubahan pengendalian secara langsung atau pengalihan seluruh saham PT Energi Maju Abadi (EMA) kepada perusahaan dan anak usahanya.

EMA memiliki 49% hak partisipasi atau participating interest (PI) di Wilayah Kerja Kontrak Kerja Sama Sengkang (KKS Sengkang), Sulawesi Selatan. Sisa 51% participating interest pada KKS Sengkang dimiliki oleh Energy Equity Epic (Sengkang) Pty. Ltd (EEES).

Hal ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Jual Beli Bersyarat yang telah ditandatangani oleh EMP dan anak usahanya pada bulan Agustus 2021 lalu untuk mengakuisisi EMA.


KKS Sengkang memiliki sekitar 420 miliar kaki kubik gas dalam bentuk cadangan terbukti dan terukur. Blok gas tersebut juga memproduksikan rata-rata 40 juta kaki kubik gas per hari saat ini. Gas yang diproduksikan oleh KKS Sengkang dijual ke beberapa proyek pembangkit listrik di wilayah Sulawesi Selatan. KKS Sengkang telah mendapatkan perpanjangan 20 tahun pada tahun 2018 dari Pemerintah, yang mana berlaku efektif sejak 24 Oktober 2022 sampai dengan tahun 2042.

Edoardus Windoe, Direktur Keuangan EMP, menjelaskan bahwa pihaknya akan menyediakan pendanaan yang diperlukan untuk mengembangkan KKS Sengkang. "Beberapa rencana pengembangan tersebut diantaranya studi geologi, survei 2D seismic (sepanjang 800 km), survei 3D seismic (seluas 100 km2), dan pemboran di 13 sumur eksplorasi," ujar Edoardus, Jumat (18/2/2022).

Syailendra Bakrie, Direktur Utama EMP, meyakini bahwa KKS Sengkang memiliki prospek yang bagus.

"Kami berharap rencana pengembangan tersebut dapat segera direalisasikan untuk menambah jumlah cadangan dan volume produksi gas di masa mendatang. Peningkatan produksi gas tersebut tentunya akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan," ujar Syailendra.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

PTRO Tuai Hasil Digitalisasi dan Transformasi Sejak 2018


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading