Lanjutkan Tren Positif, IHSG Dibuka Menguat

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
16 February 2022 09:17
Aksi panggung Kla Project di Gedung Bursa Efek Indonesia,  Jakarta, Rabu (28/272018). Aksi panggung Kla Project sekaligus menutup IHSG pada perdagangan akhir februari yang melemah 0,03% ke 6.597,22 poin. Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu (16/2/2022) dengan penguatan, melanjutkan reli kemarin menyambut redanya ketegangan di Ukraina.

Menurut data PT Bursa Efek Indonesia, IHSG dibuka naik 30 poin (+0,47%) pada pukul 09:00 WIB, dan selang 15 menit menjadi 0,39% (26,2 poin) ke 6.833,797. Investor asing telah mencetak pembelian bersih (net buy), senilai Rp 15,34 miliar.

Saham yang mereka buru terutama PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan nilai pembelian bersih masing-masing sebesar Rp 11,2 miliar dan Rp 8,4 miliar. Keduanya menguat, masing-masing sebesar 1,36% ke Rp 5.575 dan 0,23% menjadi Rp 4.440/saham.


Sebaliknya, saham yang masih dilego terutama adalah PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai penjualan bersih masing-masing sebesar Rp 7,4 miliar dan Rp 7,2 miliar. Keduanya turun masing-masing sebesar 1,27% ke Rp 7.800 dan 1,06 % menjadi Rp 3.720/unit.

Nilai perdagangan mencapai Rp 1,1 triliunan dengan melibatkan 2,2 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 139.000-an kali. Mayoritas saham menghijau yakni sebanyak 265 unit, sementara 123 lain melemah, dan 191 sisanya flat.

Nilai transaksi terbesar dibukukan PT Bank Jago Tbk (ARTO) senilai Rp 66,9 miliar disusul PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) sebesar Rp 58,3 miliar. ASII menyusul dengan nilai perdagangan total Rp 54,7 miliar.

Reli IHSG terjadi di tengah tren penguatan di bursa Asia. Indeks Nikkei Jepang memimpin dengan reli sebesar 1,9%, diikuti KOSPI Korea Selatan yang mengut 1,31%. Koreksi hanya menimpa indeks STI Singapura sebesar -0,24%.

Kekhawatiran mengenai krisis Ukraina mereda setelah Presiden Rusia Vladimir Putin kepada Reuters menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berperang. Bahkan dia menyindir media Barat mengenai jadwal serangan yang konon akan terjadi Selasa atau Rabu.

"Soal perang, memangnya kami mau perang? Tentu saja tidak. Itulah mengapa kami membuat proposal untuk negosiasi yang hasilnya nanti harus memastikan keamanan yang adil bagi semua, termasuk negara kami," tegasnya.

Di sisi lain, muncul kabar positif seputar pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) varian Omicron di Indonesia, berupa perlambatan pertumbuhan kasus positif.

Dalam sepekan hingga 14 Februari 2022, rata-rata kasus positif harian tumbuh 59,42% dibandingkan pekan sebelumnya, atau turun drastis dari seminggu sebelumnya yang meroket 195,37%.

"Kalau memang sudah divaksin, sudah dua kali, sudah booster, ya jalan-jalan saja," kata Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan belum lama ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sikapi Agresivitas The Fed, IHSG Sesi 1 Surut ke Zona Merah


(ags/ags)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading