Isu Ukraina Diharap Reda, IHSG Awali Hari di Teritori Positif

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
15 February 2022 09:15
Harga saham emiten bank digital PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) melonjak pada awal perdagangan hari ini, Selasa (11/1/2022). Kenaikan saham BBHI terjadi seiring pengusaha nasional Chairul Tanjung (CT), yang merupakan ultimate shareholder Allo Bank, membuka perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dibuka menguat tipis, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa (15/2/2022) di zona positif, menyusul munculnya ekspektasi bahwa ketegangan di Ukraina akan mereda.

Menurut data PT Bursa Efek Indonesia, IHSG dibuka naik 0,12% (+13 poin) pada pukul 09:00 WIB, dan selang 5 menit kemudian menjadi 0,34% (22,8 poin) ke 6.757,26. Investor asing akhirnya mencetak penjualan bersih (net sell), senilai Rp 8,57 miliar.

Saham yang dilego terutama adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan nilai penjualan bersih masing-masing sebesar Rp 13,9 miliar dan Rp 8,6 miliar. Keduanya bergerak berlawanan arah, di mana MDKA menguat 0,55% ke Rp 3.670/saham sedangkan ANTM turun 0,26% menjadi Rp 1.885/unit.


Sebaliknya, saham yang masih diburu asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Jago Tbk (ARTO) dengan nilai pembelian bersih masing-masing sebesar Rp 8,5 miliar dan Rp 5,3 miliar. Keduanya menguat, masing-masing sebesar 0,97% ke Rp 7.775 dan 1,59% menjadi Rp 14.375/saham.

Nilai perdagangan mencapai Rp 1,3 triliunan dengan melibatkan 2,7 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 127.000-an kali. Mayoritas saham menghijau yakni sebanyak 214 unit, sementara 156 lain melemah, dan 186 sisanya flat.

Reli IHSG terjadi di tengah pergerakan variatif di bursa Asia. Indeks Nikkei Jepang di sesi awal melemah 0,38%, sementara KOSPI Korea Selatan terkoreksi 0,06%. Namun, indeks Shanghai Composite China menguat 0,19% dan indeks Shenzen tumbuh 0,47%.

Kekhawatiran mengenai pergolakan di Ukraina mereda setelah Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov merekomendasikan Presiden Vladimir Putin untuk menempuh jalan diplomasi. Menurut Lavrov, AS sudah memberikan proposal konkrit untuk mengurangi risiko konfrontasi.

George Ball, CEO Sanders Morris Harris, menyebut ketegangan di Ukraina datang pada saat yang tidak tepat yakni ketika inflasi sedang tinggi dan suku bunga bakal naik. Oleh karena itu, meredanya friksi Ukraina-Rusia akan membawa kelegaan di benak pelaku pasar (dan seluruh dunia).

"Jika konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina bisa dihindari, maka akan memberikan kelegaan. Namun masih banyak kekhawatiran menunggu," sebut Ball, seperti dikutip dari Reuters.

Namun, pihak Ukraina masih menuding Rusia bisa menyerang kapan saja. Volodymyr Zelenskiy, Presiden Ukraina, menyatakan ada kemungkinan invasi Rusia terjadi pada 16 Februari atau Rabu ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

IHSG Berayun ke Zona Merah, Tertekan 23 Poin di Akhir Sesi 1


(ags/ags)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading