HKMU Koordinasi dengan OJK Cari Pengendali Baru

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
10 February 2022 15:50
Aktor Ricky Harun, Instagram @rickyharun

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) menyebutkan akan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menentukan pengendali baru perusahaan.

Saat ini perusahaan tidak memiliki pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5% dan pemegang saham pengendali.

Perseroan merilis jawaban atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini Kamis (10/2/2022), pasca perseroan ditinggalkan oleh pengendali sahamnya dan tidak mengalihkan kepengendaliannya ke pengendali baru.


"Saat ini perseroan belum memiliki pengendali baru karena pengendali lama telah melepaskan seluruh kepemilikan saham dan tidak mengalihkan kepengendalian ke pengendali baru. Perseroan akan berkomunikasi dengan OJK untuk penentuan pengendali perusahaan yang baru," kata manajemen dalam keterbukaan informasi, Kamis (10/2/2022).

Dijelaskan bahwa komunikasi terakhir kali antara HK Metals Utama dengan PT Hyamn Sukses Abadi sebagai pemegang saham pengendali lama dilakukan pada 13 Desember 2021.

Waktu itu bertepatan dengan transaksi pelepasan saham sebanyak 150.000.000 lembar oleh PT Hyamn Sukses Abadi, sehingga kepemilikan saham setelah transaksi menjadi 98.367.025 lembar atau setara 3,05%.

Adapun PT Hyamn Sukses Abadi dimiliki 51% oleh PT Sri Rejeki Karya dan 49% oleh PT Hawe Mujur Prima Perkasa. PT Hyamn Sukses Abadi hanya memiliki satu orang komisaris yakni Marta, dan satu orang direktur yakni Mina. 

Namun demikian, tidak terdapat dampak dari perubahan pengendalian terhadap operasional dan pengembangan bisnis perusahaan. Saat ini perusahaan masih membukukan omset Rp 48,3 miliar per Januari 2022, naik 56% dibandingkan dengan per Januari 2021 sebesar Rp 31 miliar.

Disebutkan, per 8 Februari 2022 pemegang saham HKMU ada sebanyak 14.748 pemegang saham dan tidak ada kepemilikan di atas 5%.

Sedangkan kepemilikan saham terbesar saat ini adalah PT Alam Mubarok Sejahtera sebesar 4,87% dan Fadli Y. Arif sebesar 4,66%.

Di bawah itu ada PT Hyamn Multinves Perkasa sebesar 3,33%, PT JPS Properti Indonesia sebesar 3,10% dan Andika Rahman 3,05%.

Selanjutnya, ada PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha 2,18%, Dicky Cahya Alam 1,67%, Ivan Luvian 1,61%, PT Rejeki Tambah Sukses 1,55%, dan Lie Kasli Tirtajaya 1,24%. 

Adapun dalam waktu dekat, perusahaan akan melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue).

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka mendukung program-program strategis yang telah dicanangkan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Aroma 'Pump and Dump' di dalam HKMU


(mon/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading