Satu-Satunya Dari RI, Telkom Masuk Brand Finance Global 500

Market - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
10 February 2022 11:50
Telkom Jadi Satu-Satunya Perusahaan Indonesia di Jajaran Forbes 2021 World’s Best Employer

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk jajaran Global 500 2022 Most Valuable Brand (perusahaan dengan merek paling bernilai) yang dikeluarkan oleh konsultan brand valuation internasional, Brand Finance.

Dengan valuasi merek (brand value) mencapai US$ 4,69 miliar dan enterprise value sebesar US$ 30,44 miliar, Telkom berada di posisi 490 daftar tersebut, mengungguli berbagai merek lain dari berbagai negara. Ini menjadi kelima kalinya Telkom masuk di dalam jajaran global bersama dengan perusahaan bergengsi kelas dunia seperti Apple, TikTok, Amazon, Google, dan lainnya.

"Menjadi sebuah kebanggaan dan kehormatan bagi Telkom dapat masuk di jajaran perusahaan terbaik dunia. Pencapaian ini merupakan salah satu bukti bahwa langkah transformasi Telkom sudah berada di jalur yang tepat dan mulai memperlihatkan hasil. Dalam kurun dua tahun terakhir, Telkom tengah gencar mengakselerasi transformasi perusahaan menjadi digital telco dan melakukan penataan portofolio untuk value creation yang optimal tidak hanya bagi perusahaan tapi juga bagi stakeholder serta bangsa dan negara," kata Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (10/2/2022).


Dia menambahkan Telkom fokus menjalan tiga domain bisnis digital yakni digital connectivity, digital platform, dan digital services. Infrastruktur yang menyebar di seluruh daerah menjadi nilai tambah Telkom dalam memanfaatkan konektivitas yang dimiliki untuk pengembangan platform digital serta beragam produk dan layanan digital untuk seluruh segmen pelanggan.

"Nilai merek merupakan tolak ukur pandangan masyarakat dan pelanggan, investor, serta berbagai pihak dalam melihat layanan dan produk yang disediakan perusahaan. Keberhasilan Telkom ini menjadi bukti komitmen perusahaan untuk dapat sejajar dengan perusahaan kelas dunia dalam melayani pelanggan juga masyarakat secara optimal. Semoga ini menjadi amanah bagi kami agar terus berinovasi, berkolaborasi, dan menjaga kepercayaan dan kepuasan pelanggan, stakeholder, dan investor," katanya.

Brand Finance Global 500 adalah pemeringkatan valuasi merek yang rutin disusun Brand Finance setiap tahun. Dalam melakukan penyusunan daftar ini, Brand Finance menilai lebih dari 5 ribu di 26 negara dan mencakup 29 sektor. Perolehan nilai merek menggunakan metodologi yang menilai brand impact dan brand strength. Sementara itu, brand strength diukur dari balance score card matrix antara marketing investment, stakeholder equity, and business performance.

Telkom Peringkat Pertama Indonesia's Most Valuable Brand

Sejalan dengan pencapaian nilai merek tersebut, Telkom menerima penghargaan sebagai peringkat pertama daftar Indonesia's Most Valuable Brand 2021. Valuasi merek Telkom mampu melampaui nilai merek-merek perusahaan lainnya di Indonesia.

Telkom tercatat memiliki brand rating AAA dan Brand Strength Index (BSI) merek 87,1 dari 100. Hal ini membuat Telkom menjadi perusahaan telekomunikasi digital dengan merek paling kuat di Indonesia.

"Atas nama Direksi dan seluruh karyawan Telkom kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan penghargaan Indonesia's Most Valuable Brand 2021. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi Telkom dalam menjalani peran sebagai digital telco terdepan. Kami juga akan terus mempertahankan serta meningkatkan terus kualitas serta nilai brand perusahaan demi memantapkan posisi perusahaan sebagai digital telco kelas dunia," kata SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza.

Hingga kuartal III-2021, Telkom berhasil meraih laba bersih konsolidasian sebesar Rp18,9 triliun atau tumbuh 13,1% secara tahunan. Pendapatan konsolidasian perusahaan tumbuh 6,1% secara tahunan menjadi Rp106 triliun. Pada saat yang sama laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA) perseroan tumbuh 8,1% YoY menjadi Rp57,9 triliun. Margin EBITDA dan margin laba bersih juga meningkat menjadi 54,6% dan 17,8% pada periode tersebut.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Diborong Asing Rp 352 M, Saham TLKM Melesat 2,44%


(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading