Ikuti Tren Asia, IHSG Bertahan di Zona Hijau pada Sesi 1

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
04 February 2022 12:03
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) konsisten menguat di teritori positif hingga penutupan perdagangan sesi pertama Jumat (4/2/2022), mengikuti optimisme pasar Asia usai libur Imlek.

Menurut data PT Bursa Efek Indonesia, IHSG berakhir di level 6.707,984 atau menguat 24,13 poin (+0,36%) pada pukul 11:30 WIB, Dibuka naik 0,21% ke 6.697,943, indeks acuan utama bursa ini tak sekalipun tercelup ke teritori negatif.

Level penutupan tertinggi dicapai pada 6.721,742 pukul 09:20 WIB, dan sebaliknya level terendah hariannya pada 6.685,404 di sesi pra-pembukaan. Mayoritas saham menguat sebanyak 281 unit, sedangkan 212 lain menguat, dan 166 sisanya flat.


Nilai perdagangan kian surut ke level Rp 5,7 triliun dengan melibatkan 12 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 825.000-an kali. Investor asing hari ini mencetak pembelian bersih (net buy), senilai Rp 372,48 miliar.

Saham yang mereka buru terutama adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan nilai pembelian bersih masing-masing sebesar Rp 345 miliar dan Rp 41,4 miliar. Keduanya menghijau masing-masing sebesar 0,97% dan 0,24% ke Rp 4.170 dan Rp 4.210/saham.

Sebaliknya, saham yang mereka jual terutama adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) dengan nilai penjualan bersih masing-masing sebesar Rp 31,8 miliar dan Rp 15,4 miliar. Keduanya bergerak berlawanan arah, dengan koreksi ANTM sebesar 1,63% ke Rp 1.810 dan reli BFIN sebesar 0,38% menjadi Rp 1.335/saham.

Dari sisi nilai transaksi, saham BBRI dan PT Bank Jago Tbk (ARTO) masih memimpin dengan total nilai perdagangan masing-masing sebesar Rp 460,5 miliar dan Rp 294,6 miliar, diikuti TLKM senilai Rp 220,5 miliar.

Reli IHSG terjadi di tengah pergerakan bursa Asia yang mayoritas menguat, dipimpin indeks Hangseng Hong Kong melesat 2,71% diikuti KOSPI Korea Selatan yang lompat 1,08% dan Nikkei Jepang bertambah 0,59%.

Penguatan terjadi di tengah dimulainya kembali perdagangan mayoritas bursa di Asia usai libut Imlek, mencerminkan penyesuaian investor di Asia setelah tertinggal dibandingkan dengan pasar di negara maju.

Bursa nasional terbawa angin optimisme sesaat tersebut, sekalipun kasus Covid-19 di Tanah Air terus meningkat. Namun, pelaku pasar menafikannya karena Omicron sejauh ini secara klinis terbukti tidak memicu keparahan dan kematian yang buruk.

Pasar juga menyambut positif pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) di mana Indeks Dolar AS melemah ke 95,196 dari posisi kemarin di 96,6. Hal ini memicu harapan bahwa pengetatan moneter di Negara Adidaya tidak serta-merta memicu pembalikan modal dari pasar Asia.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

IHSG Berayun ke Zona Merah, Tertekan 23 Poin di Akhir Sesi 1


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading