Diam-diam Menghanyutkan, Harga Emas Naik 3 Hari Beruntun!

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
03 February 2022 07:35
Pegawai merapikan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Harga emas batangan yang dijual Pegadaian mengalami penurunan nyaris di semua jenis dan ukuran /satuan.  (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Pegawai merapikan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Harga emas batangan yang dijual Pegadaian mengalami penurunan nyaris di semua jenis dan ukuran /satuan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia malas bergerak pada perdagangan pagi ini. Ke depan, seperti apakah prospek harga sang logam mulia?

Pada Kamis (3/2/2022) pukul 06:59 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.807,31/troy ons. Naik tipis 0,05% dari posisi sebelumnya.

Harga emas sedang menjalani jalur pendakian. Sebelumnya, harga aset ini sudah naik selama tiga hari beruntun. Dalam tiga hari tersebut, harga terangkat 0,86%.


Kenaikan harga emas hari ini ditopang oleh pelemahan kurs dolar Amerika Serikat (AS). Pada pukul 07:10 WIB, Dollar Index (uang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) melemah 0,47%.

Depresiasi mata uang Negeri Paman Sam terjadi setelah rilis data ketenagakerjaan versi ADP. Pada Januari 2022, sektor swasta AS mengurangi 301.000 lapangan kerja. Ini menjadi kontraksi lapangan kerja pertama sejak Desember 2020.

Dinamika ini membuat investor berpikir masih ada kemungkinan bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) tidak terlalu agresif dalam mengetatkan kebijakan moneter. Sebab ternyata pasar tenaga kerja belum cukup sehat, masih ada tekanan.

Akibatnya, laju penguatan dolar AS tertahan dan ini menjadi sentimen positif bagi emas. Sebab, emas adalah aset yang dibanderol dalam dolar AS.

Ketika dolar AS melemah, emas jadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain. Permintaan emas naik, harga pun terungkit.

"Jika harga emas terus bertahan di atas US$ 1.800/troy ons, maka akan semakin banyak investor yang tertarik," ujar Edward Moya, Senior Market Analyst OANDA, seperti diwartakan Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Kalah Sama Dolar, Emas Tumbang ke Level Terendah 2 Bulan!


(aji/aji)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading