Review Januari 2022

Sepanjang Januari 2022, Saham Ini Cuan 800% & Boncos 40%

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
01 February 2022 15:35
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Januari lalu berhasil kembali membukukan kinerja positifnya, di mana kinerja IHSG pada Januari lalu lebih baik dari Desember 2021.

IHSG melesat 0,75% pada Januari 2022, di mana per 31 Januari, IHSG berada di level 6.631,15. Bahkan pada Januari, IHSG berhasil mencetak rekor terbarunya di level 6.726,37 yang tercipta pada 21 Januari lalu.

Adapun level tertinggi (all time high/ATH) IHSG sebelumnya berada di level 6.720,26 yang pernah tercipta pada 19 November 2021.


Di tengah kinerja IHSG yang kembali menguat sepanjang Januari 2022, ada sejumlah saham yang melonjak tinggi hingga lebih dari 800% selama sebulan.

Berikut enam saham paling cuan sepanjang Januari 2022.

Top Gainers Saham

Di posisi pertama, terdapat saham emiten batu bara yang juga anak usaha dari PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan juga baru melantai di bursa pada awal perdagangan Januari lalu, yakni saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADRO) yang meroket hingga 841% ke level Rp 1.270/unit.

Adapun harga penawaran saham ADMR sebelumnya sebesar Rp 100/unit.

Meroketnya harga saham ADMR pun membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukan saham yang dinahkodai oleh Garibaldi 'Boy' Thohir ini ke dalam daftar saham dalam pemantauan khusus dengan kriteria notasi 10.

Suatu saham dengan notasi 10 berarti dikenakan penghentian sementara perdagangan saham selama lebih dari 1 hari bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan.

Sebelum dilabeli notasi 10, saham ADMR pun sempat terkena suspensi dua kali oleh bursa, yakni pada periode 13-14 Januari dan periode 25-28 Januari.

Sedangkan di posisi kedua terdapat saham emiten jasa umum, konsultasi bisnis, manajemen dan administrasi Grup MNC yakni PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) yang sahamnya melonjak hingga 86% ke level Rp 108/unit.

Belum diketahui mengapa saham BCAP melonjak dan menjadi saham tercuan sepanjang Januari lalu. Tetapi pada Rabu pekan lalu, mayoritas saham Grup MNC memang sempat melesat dan menjadi top gainers sepanjang pekan lalu.

Selain beberapa saham ada yang melonjak hingga lebih dari 800%, adapula saham yang 'boncos' lebih dari 40% pada bulan lalu.

Adapun enam saham paling 'boncos' sepanjang Januari 2022 adalah:

Top Losers Saham

Di posisi pertama, ada saham emiten peritel pengelola Hypermart yang dimiliki Grup Lippo, yakni PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), di mana sahamnya ambles hingga 46,48% ke level Rp 228/unit.

Salah satu kabar yang memberatkan saham MPPA adalah pengurangan kepemilkan dari perusahaan investasi asal Singapura, Temasek Holding Limited.

Dalam keterbukaan informasi, Selasa (25/1/2022), anak usaha Temasek, Anderson Investments untuk kali ini tercatat beberapa kali menjual saham entitas usaha Grup Lippo tersebut.

Transaksi pertama dilakukan pada 5 Januari kemarin ketika Anderson Investments menjual 4,2 juta saham MPPA di harga Rp 412,91/saham. Transaksi kedua dilakukan pada 6 Januari atas 10,1 juta saham di harga Rp 383,7/saham.

Pada 7 Januari, Anderson kembali menjual 6,59 juta saham Matahari Putra Prima (MPPA) di harga Rp 366,75/saham. Penjualan 17,1 juta saham Matahari Putra Prima (MPPA) kembali dilakukan pada 10 Januari atas 17,1 juta saham di harga Rp 350,16/saham.

Sepanjang Januari ini, saham MPPA tercatat hanya tiga kali menghijau, yakni pada 20 Januari, 28 Januari dan pada perdagangan Senin kemarin.

Selain saham MPPA, ada pula saham emiten Grup Lippo yang juga menjadi saham 'terboncos' sepanjang Januari lalu, yakni saham emiten teknologi PT Multipolar Tbk (MLPL). Saham MLPL sendiri tercatat ambrol 41,76% sepanjang Januari 2022 ke level Rp 212/unit.

Seperti di MPPA, saham MLPL juga hanya menguat tiga kali sepanjang Januari lalu, yakni pada 20 Januari, 26 Januari, dan 28 Januari.

Dalam keterbukaan informasi di website BEI, Senin (24/1), manajemen MLPL menjelaskan, perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai saham perusahaan atau keputusan investasi pemodal.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham WIRG Jadi yang Paling Cuan, NANO Paling Boncos


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading