ADHI Terima Kontrak Proyek Rp 2,1 T, Proyek Apa tuh?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
31 January 2022 12:35
foto : CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten konstruksi BUMN, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) memenangkan paket pekerjaan Toll Road Development of Semarang - Demak 1C dengan nilai Rp2,1 triliun.

Kontrak tersebut dilakukan dengan skema Kerja Sama Operasi (KSO) antara ADHI bersama Sinohydro Corporation Limited, dengan porsi pekerjaan ADHI sebesar 40%.

Pekerjaan proyek ini akan dilakukan selama 880 hari dengan lingkup pekerjaan antara lain, Retention Pond Terboyo & Sriwulan, Inlet Channel Sriwulan (1500 m) dan Rumah Pompa Terboyo & Sriwulan.


"Dengan dimenangkannya kontrak baru proyek Pembangunan Jalan Tol Semarang - Demak tersebut, menjadi awal yang baik untuk pencapaian kontrak baru di tahun 2022," kata Sekretaris Perusahaan ADHI, Farid Budiyanto, dalam keterangan pers, Senin (31/1/2022).

Selama tahun 2021, ADHI telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp 15,2 triliun di luar pajak, meliputi lini bisnis Engineering dan Konstruksi sebesar 90 %, properti sebesar 9%, dan sisanya berasal lini bisnis lainnya.

Sedangkan menurut tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek Jalan sebesar 26%, proyek gedung sebesar 30%, serta proyek infrastruktur lainnya seperti pembuatan irigasi, landfill, jaringan gas rumah tangga, dan lainnya sebesar 44 %.

Di tahun 2022, ADHI menetapkan target kontrak baru yang akan tumbuh sebesar 20% sampai dengan 25% dari realisasi kontrak baru di tahun 2021 ditambah potensi akibat pergeseran kontrak baru dari tahun 2021 dari beberapa proyek pembangunan jalan tol senilai Rp9 triliun, sehingga target perolehan kontrak baru tahun 2022 sebesar Rp24 triliun sampai dengan Rp 28 triliun.

Perolehan kontrak tersebut ditargetkan diperoleh dari proyek Jalan, Gedung, serta proyek Infrastruktur lainnya seperti pembuatan irigasi, landfill , jaringan gas rumah tangga, dan lainnya dengan sumber dana baik dari pemerintah, BUMN, maupun swasta.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan perusahaan sampai dengan 30 September 2021, perseroan membukukan laba bersih senilai Rp 17,02 miliar dengan laba operasional Rp 594,90 miliar.

Arus kas perseroan masih minus Rp 1,53 triliun dengan ekuitas Rp 5,57 triliun dan liabilitas Rp 35,16 triliun. Sehingga, total aset perseroan per September 2021 mencapai Rp 40,76 triliun.

Pada perdagangan awal pekan ini, Senin (31/1/2022), harga saham ADHI terpantau menguat 2,47% ke level Rp 830 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 2,96 triliun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Adhi Karya 'Ketiban' Kontrak Baru Rp 11 T, Saham Naik Tipis!


(sys/dhf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading