Kripto Masih Loyo, Bitcoin Sempat Menguat Ke Level US$ 37.000

Market - chd, CNBC Indonesia
28 January 2022 10:35
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Pierre Borthiry on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas pasar kripto kembali terkoreksi pada perdagangan Jumat (28/1/2022) pagi waktu Indonesia, karena investor masih bereaksi negatif terhadap pernyataan bank sentral Amerika Serikat (AS) yang akan menaikkan suku bunga acuannya pada Maret.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:30 WIB, hanya Bitcoin, Binance Coin (BNB), dan Solana yang menguat pada hari ini.

Bitcoin menguat 1,82% ke level harga US$ 36.889,64/koin atau setara dengan Rp 530.473.023/koin (asumsi kurs Rp 14.380/US$), BNB melesat 3,92% ke level US$ 384,93/koin atau Rp 5.535.293/koin, dan Solana naik tipis 0,01% ke US$ 89,77/koin (Rp 1.290.893/koin).


Sedangkan sisanya kembali terkoreksi pada hari ini. Ethereum melemah 0,83% ke level US$ 2.397,80/koin atau Rp 34.480.364/koin, Terra ambruk 6,91% ke US$ 53,07/koin (763.147/koin), dan Dogecoin terkoreksi 0,91% ke US$ 0,14/koin (Rp 2.013/koin).

Berikut pergerakan 10 kripto besar berdasarkan kapitalisasi pasarnya pada hari ini.

Kripto

Bitcoin sempat menyentuh kisaran level US$ 37.000 pada sekitar pukul 07:00 WIB. Namun, hal tersebut tak berlangsung lama dan pada akhirnya kembali diperdagangkan di kisaran level US$ 36.000.

Trader Bitcoin mulai kembali memposisikan diri sebelum masa jatuh tempo opsi Bitcoin berakhir pada hari ini.

Sejauh ini, volume pada open interest atau jumlah total kontrak opsi yang beredar, menunjukkan sentimen bearish, meskipun beberapa analis memperkirakan harga Bitcoin akan diperdagangkan mendekati harga maksimum US$ 42.000 atau harga strike dengan kontrak opsi paling terbuka.

"Lebih banyak volatilitas diperkirakan karena opsi senilai US$ 2 miliar akan berakhir Jumat ini. Kami melihat sentimen beragam," kata Lennard Neo, kepala penelitian di StackFunds, sebuah perusahaan investasi crypto yang berbasis di Singapura.

Pasar kripto kembali mengikuti pasar saham global yang cenderung berfluktuasi dan volatilitasnya cenderung meningkat. Hal ini terjadi karena pelaku pasar masih bereaksi negatif terhadap pernyataan bank sentral Amerika Serikat (AS) yang akan menaikkan suku bunga acuannya pada Maret.

Ketua The Fed, Jerome Powell meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih banyak pada tahun ini dari yang diperkirakan sebelumnya, di mana kenaikan suku bunga oleh The Fed dimulai pada Maret.

"Saya akan mengatakan bahwa komite berkeinginan untuk menaikkan suku bunga dana federal pada pertemuan Maret, dengan asumsi bahwa kondisinya sesuai untuk melakukannya," kata Powell kepada wartawan seusai rapat FOMC, Rabu (26/1/2022) waktu setempat.

Di tengah masih bearish-nya pasar kripto, dolar AS kembali menguat. Hal ini dapat dibuktikan dengan indeks mata uang dolar AS (DXY) yang naik 0,79% dalam 24 jam terakhir menjadi 97,2, menurut TradingView.

Sebagai salah satu digital currency alternatif, pergerakan Bitcoin juga cenderung berlawanan arah dengan dolar AS. Ketika greenback menguat maka ada peluang Bitcoin dan kripto lain melemah.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bitcoin dkk Bangkit! Ethereum-Solana Meroket, Ada Apa?


(chd/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading