BMKG: Tsunami Tonga Tak Bahaya untuk Indonesia

Market - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
16 January 2022 12:51
Ombak besar terlihat di pantai tertutup setelah peringatan tsunami dikeluarkan menyusul letusan gunung berapi bawah laut lebih dari 8500 km (sekitar 5300 mil) jauhnya di Seal Beach, California, AS, Sabtu (15/1/2022). (REUTERS/Bing Guan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang tsunami yang terjadi di Tonga pada Sabtu (15/1/2022), dipicu letusan gunung berapi bawah laut, Hunga Ha'appai, yang menimbulkan abu vulkanik hingga 17 kilometer ke udara. Survei Geologi AS mencatat letusan itu dengan gempa berkekuatan 5,8 pada kedalaman nol.

Hal ini juga dikonfirmasi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang melaporkan bahwa erupsi gunung api bawah laut di wilayah Tonga pada tanggal 15 Januari 2022 pukul 11:27 WIB dengan koordinat 20,5° LS ; 175,4° BB.

Dengan adanya erupsi ini, Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) memberikan informasi bahwa erupsi gunung api tersebut berpotensi menimbulkan tsunami.


Namun, BMKG menegaskan bahwa potensi tersebut bukan atau tidak akan berdampak tsunami ke wilayah Indonesia. Potensi tsunami tersebut berdampak untuk wilayah Tonga, Papua New Guinea dan Australia.

Berdasarkan hasil observasi muka laut oleh PTWC, letusan gunung api tersebut menimbulkan tsunami di daerah Twofold Bay, Australia pada tanggal 15 Januari 2022 pukul 19.05 WIB dengan ketinggian 67 cm dan di daerah Lombrum Manus Island, Papua New Guinea pada tanggal 15 Januari 2022 pukul 20.00 WIB dengan ketinggian 20 cm.

Untuk itu, masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Masih Sideways, IHSG Ditutup di Zona Hijau


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading