Jreeeng.. Ada Dugaan Korupsi Asuransi Jiwa Taspen Rp 150 M

Market - Vega Aulia Pradipta, CNBC Indonesia
13 January 2022 06:35
Mudahkan Iuran Peserta, TASPEN Digitalisasikan Layanan

Jakarta, CNBC Indonesia - Dugaan tindak pidana korupsi masih terus menyelimuti perusahaan-perusahan di lingkungan BUMN. Kali ini, Kejagung membidik dugaan tindak pidana korupsi di PT Asuransi Jiwa Taspen atau Taspen Life, anak usaha BUMN PT TASPEN (Persero).

Dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis (13/1/2022), Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus secara resmi telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Pengelolaan Dana Investasi di PT Asuransi Jiwa Taspen Tahun 2017 s/d 2020.

Surat Perintah Penyidikan tersebut ditandatangani oleh Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-01/F.2/Fd.2/01/2022 tanggal 04 Januari 2022.


Adapun kasus posisi singkat dapat dijelaskan sebagai berikut:

• Bahwa pada tanggal 17 Oktober 2017, PT. Asuransi Jiwa Taspen (PT. AJT) melakukan penempatan dana investasi sebesar Rp. 150.000.000.000,- (seratus lima puluh milyar rupiah) dalam bentuk Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) di PT. Emco Asset Managemen selaku Manager Investasi dengan underlying berupa Medium Term Note (MTN) PT. Prioritas Raditya Multifinance (PT. PRM), meskipun sejak awal diketahui Medium Term Note (MTN) PT. Prioritas Raditya Multifinance (PT. PRM) tidak mendapat peringkat/investment grade.

• Dana pencairan Medium Term Note tersebut oleh PT. PRM tidak dipergunakan sesuai dengan tujuan MTN dalam prospectus, melainkan langsung mengalir dan didistribusikan ke Group Perusahaan PT Sekar Wijaya dan beberapa pihak yang terlibat dalam penerbitan MTN PT PRM sehingga gagal bayar.

• Tanah jaminan dan jaminan tambahan MTN PT PRM pada akhirnya seolah-olah dijual ke PT. Nusantara Alamanda Wirabhakti dan PT. Bumi Mahkota Jaya dengan melalui skema investasi yakni dengan cara PT. Taspen Life berinvestasi pada beberapa reksa dana dan kemudian dikendalikan untuk membeli saham-saham tertentu yang dananya mengalir ke kedua perusahaan tersebut untuk pembelian tanah jaminan dan jaminan tambahan.

• Bahwa akibat perbuatan tersebut, diduga telah merugikan keuangan negara setidak-tidaknya sebesar Rp. 161.629.999.568,- (seratus enam puluh satu milyar enam ratus dua puluh sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu lima ratus enam puluh delapan rupiah).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Cek 8 Aksi Emiten! Taspen Beli Saham PTBA, ASII Bagi Dividen


(vap/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading