Sri Mulyani Rilis Aturan Baru Soal SBSN Valas, Simak!

Market - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
12 January 2022 16:25
Infografis, APBN 2021 Tutup Buku Sri Mulyani Girang

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatur ulang tentang surat berharga syariah negara (SBSN). Khususnya mengenai metode transaksi private placement untuk valuta asing (valas) dan peran Bank Indonesia (BI).

Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 224/PMK.08/2021 tentang Penjualan dan Pembelian Kembali SBSN dalam Valuta Asing di Pasar Internasional mencabut dan mengganti aturan sebelumnya PMK No.72/PMK.08/2018.


Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Dwi Irianty Hadiningdyah menjelaskan, ada beberapa penyempurnaan. Di antaranya terkait pengelolaan dari sisi pemerintah maupun oleh investor.

"PMK ini mengakomodasi/memfasilitasi liability management SBSN Valas, baik di sisi Pemerintah maupun investor melalui transaksi pembelian kembali (buyback), dengan metode bilateral buyback atau bookbuilding, baik dengan cara tunai (cash buyback) maupun penukaran (switching)," jelasnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (12/1/2022).

Apabila pada PMK sebelumnya, pemerintah hanya mengatur metode bookbuilding, maka lewat PMK ini ditambahkan mekanisme penjualan SBSN valas melalui metode transaksi private placement.

"PMK ini mengatur mekanisme penjualan SBSN Valas melalui metode transaksi Private Placement," ujarnya

BI juga diberikan peran khusus, yaitu sebagai agen penata usaha dan agen pembayar untuk SBSN valas.

"Berdasarkan PMK ini, Pemerintah akan menunjuk BI sebagai agen penata usaha dan agen pembayar untuk SBSN Valas yang akan dilaksanakan sesuai dengan Perjanjian Kerjasama antara Kemenkeu dan BI," terang Dwi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Melonjak US$ 7,5 M, Cadangan Devisa RI Catat Rekor Tertinggi!


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading