Bitcoin-Ethereum Masih Loyo, Tapi Cardano-XRP Mulai Bergairah

Market - chd, CNBC Indonesia
07 January 2022 10:45
BI Tahan Suku Bunga Acuan Di 3,5%, Hingga Elon Musk Investasi Besar-Besaran Di Bitcoin

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mayoritas Bitcoin dan kripto berkapitalisasi pasar besar (big cap) kembali melemah pada perdagangan Jumat (7/1/2022) pagi hari waktu Indonesia, di mana investor cenderung masih belum tertarik memburu aset kripto karena mereka masih khawatir dengan sikap bank sentral Amerika Serikat (AS) yang semakin hawkish.

Melansir data dari CoinMarketCap per pukul 09:10 WIB, hanya koin digital (token) Cardano, XRP, dan dua kripto stablecoin yang diperdagangkan di zona hijau pada pagi hari ini.

Cardano melesat 2,89% ke level harga US$ 1,27/koin atau setara dengan Rp 18.237/koin (asumsi kurs hari ini Rp 14.360/US$) dan XRP menguat 0,25% ke level US$ 0,7737/koin atau Rp 11.110/koin.


Sementara sisanya kembali terkoreksi pada hari ini. Bitcoin melemah 1,42% ke level US$ 42.985,92/koin atau setara dengan Rp 617.277.811/koin, Ethereum ambles 3,88% ke level US$ 3.391,97/koin atau Rp 48.708.689/koin, dan Solana ambrol 3,85% ke US$ 147,35/koin (Rp 2.115.946/koin).

Berikut pergerakan 10 kripto besar berdasarkan kapitalisasi pasarnya pada hari ini.

Kripto

Bitcoin diperdagangkan di kisaran level US$ 42.000-43.000 pada pagi hari ini, setelah terkena aksi jual investor pada Kamis kemarin karena mereka khawatir dengan potensi dipercepatnya pengetatan kebijakan moneter bank sentral AS.

Beberapa analis memperkirakan volatilitas kripto akan tetap tinggi pada bulan ini, terutama karena investor mengurangi eksposur mereka terhadap aset berisiko seperti saham dan kripto.

Kemarin, pelaku pasar khawatir setelah notula rapat dari pertemuan bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) periode Desember 2021 menunjukkan bahwa para pejabat The Fed siap untuk bersikap lebih agresif atau hawkish dan ingin segera mengakhiri periode kebijakan moneter longgar.

"Para peserta rapat secara umum mencatat bahwa tidak bisa menghindari kenaikan suku bunga acuan lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Beberapa peserta rapat juga mencatat sudah saatnya mengurangi beban neraca (balance sheet) setelah kenaikan Federal Funds Rate," sebut notula itu.

Mengutip CME FedWatch, pasar memprediksi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya setelah rapat Komite Pengambil Kebijakan The Fed (Federal Open Market Committee/FOMC) edisi Maret 2022, di mana probabilitas CME tersebut mencapai 64,1%.

Hal ini membuat imbal hasil (yield) surat berharga pemerintah AS (Treasury) bertenor 10 tahun kembali meningkat hingga mencapai level 1,75% pada perdagangan kemarin waktu AS.

Namun pada penutupan perdagangan kemarin, yield Treasury bertenor 10 tahun ditutup turun sedikit ke level 1,7228%.

Kenaikan suku bunga acuan membuat investor cenderung melirik ke aset berpendapatan tetap seperti obligasi pemerintah, karena imbal hasilnya (yield) akan ikut terkerek dan investor cenderung meninggalkan pasar saham dan kripto.

Di lain sisi, The Bitcoin Fear & Greed Index, indeks yang mengukur perilaku investor di Bitcoin, saat ini berada di level terendah sejak Juli. Angka yang rendah menunjukkan bahwa pasar masih merasa khawatir.

Bitcoin Fear & Greed IndexSumber: CoinDesk

"Bitcoin Fear & Greed Index tidak menunjukkan mode greed dalam lebih dari satu setengah bulan, karena sentimen negatif yang cenderung lebih panjang dari sebelumnya," tulis Arcane Research dalam sebuah laporan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bitcoin-Ethereum Lesu Terus, Kripto Big Cap Lainnya Ngacir!


(chd/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading