Duh, Investor Tinggalkan Kripto Demi Kembali ke Saham?

Market - chd, CNBC Indonesia
04 January 2022 14:42
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Thought Catalog on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mayoritas mata uang kripto dengan nilai kapitalisasi pasar besar (big cap) kembali terkoreksi pada perdagangan Selasa (4/1/2022) pagi hari waktu Indonesia. Koreksi ini ditenggarai lantaran investor cenderung beralih ke pasar saham di tengah optimisme pasar akan pemulihan ekonomi di tahun ini.

Melansir data dari CoinMarketCap per pukul 09:10 WIB, Hanya koin digital alternatif (altcoin) Polkadot yang mampu bertahan di zona hijau pada pagi hari ini, meskipun penguatannya juga cenderung tipis.

Polkadot menguat 0,66% ke level harga US$ 29,82/koin atau setara dengan Rp 425.681/koin (asumsi kurs hari ini Rp 14.275/US$).


Sedangkan sisanya kembali terkoreksi pada hari ini. Bitcoin melemah 1,95% ke level harga US$ 46.098,6/koin atau setara dengan Rp 658.057.515/koin, Ethereum terkoreksi 1,73% ke level US$ 3.731/koin atau Rp 53.270.589/koin.

Berikutnya Binance Coin ambles 4,12% ke US$ 505,49/koin (Rp 7.215.870/koin), Solana merosot 3,55% ke US$ 167,81/koin (Rp 2.395.488/koin), dan Cardano ambrol 4,08% ke US$ 1,3/koin (Rp 18.558/koin).

Berikut pergerakan 10 kripto besar berdasarkan kapitalisasi pasarnya pada hari ini.

Kripto

Bitcoin dan kripto big cap lainnya kembali diperdagangkan di zona merah pada pagi hari ini, karena investor cenderung beralih ke aset berbasis risiko lainnya, yakni saham.

Apalagi, dengan melesatnya saham teknologi di AS pada perdagangan Senin kemarin, membuat investor cenderung beralih kembali ke pasar saham, utamanya mereka memburu kembali saham teknologi.

Saham-saham teknologi jadi bintang di perdagangan perdana bursa saham Amerika Serikat (AS) pada 2022. Harga saham Apple melesat 2,5% dan menjadi emiten pertama dengan kapitalisasi pasar di atas US$ 3 triliun.

Namun yang paling fenomenal adalah Tesla. Harga saham emiten besutan Elon 'Tony Stark' Musk itu meroket hingga 12,4%.

Penyebabnya adalah kinerja perusahaan yang melampaui ekspektasi. Pada kuartal IV-2021, produksi mobil Tesla tercatat 308.600 unit. Lebih banyak ketimbang perkiraan pasar yakni 263.026 unit. Selain itu, produksi tersebut meonjak sekitar 70% dibandingkan kuartal IV-2020.

Di Bitcoin sendiri, harganya cenderung mendatar (sideways) disaat Bitcoin menandai ulang tahunnya yang ke-13. Pada 3 Januari 2009 silam, sosok Satoshi Nakamoto menambang blok pertama, Genesis Block, yang menandai awal dari blockchain Bitcoin.

Beberapa analis sedang memantau data blockchain untuk petunjuk arah harga Bitcoin di masa depan. Arus pertukaran bersih telah meningkat baru-baru ini, menandakan pergeseran bearish dalam sentimen investor serupa dengan yang terlihat sebelum jatuhnya harga Bitcoin pada Mei tahun lalu.

Di lain sisi, hashrate blockchain Bitcoin menetapkan level tertinggi barunya pada Minggu lalu setelah melewati level tertinggi sebelumnya pada pertengahan 2021.

Hashrate adalah jumlah daya komputasi yang digunakan oleh penambang yang didedikasikan untuk pencetakan Bitcoin baru dan verifikasi transaksi baru di jaringan Bitcoin.

Sementara itu dari kabar beberapa koin alternatif (altcoin), Shiba Inu meluncurkan versi beta decentralized autonomous organization (DAO). Koin digital saingan Dogecoin tersebut bertujuan untuk memberi penggunanya kontrol lebih besar atas proyek kripto di platform ShibaSwap. Tahap pertama yang disebut "DAO 1" akan dilaksanakan dalam beberapa hari ke depan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bitcoin-Ethereum Lesu Terus, Kripto Big Cap Lainnya Ngacir!


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading