Profit Taking Mendera Lagi, IHSG Akhiri Sesi 1 di Zona Merah

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
30 December 2021 11:44
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG, Senin (22/11/2021) (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lagi-lagi, aksi ambil untung mendera. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh ke zona merah pada penutupan perdagangan sesi pertama Kamis (30/12/2021).

Menurut data PT Bursa Efek Indonesia, IHSG berakhir di level 6.591,767 atau turun 8,91 poin (-0,13%) pada penutupan siang. Dibuka naik 0,13% ke 6.609,443, indeks acuan utama bursa ini sempat menguat hingga menyentuh level tertinggi hariannya pada 6.613,728 pukul 09:10 WIB.

Namun selepas itu IHSG terkena aksi jual hingga tertekan dan menyentuh level terendahnya pada 6.589,096 beberapa menit jelang penutupan sesi pertama. Sebanyak 315 saham di zona merah, sementara 181 lainnya masih hijau, dan 175 sisanya flat.


Nilai perdagangan masih tipis di level Rp 5,535 triliun dengan melibatkan 15 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 754.000-an kali. Investor asing hari ini mencetak penjualan bersih (net sell), senilai Rp 132,31 miliar.

Saham yang mereka lego terutama adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan nilai penjualan bersih masing-masing sebesar Rp 30,8 miliar dan Rp 23 miliar. Keduanya bergerak berlawanan arah, dengan reli BBRI sebesar 0,74% ke Rp 4.110/saham dan koreksi ITMG sebesar 3,7% ke Rp 20.350/saham.

Sebaliknya, saham yang masih mereka buru antara lain PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai pembelian bersih masing-masing Rp 35,5 miliar dan Rp 16,5 miliar. Saham EMTK naik 1,78% ke angka Rp 2.290 dan BBCA flat di harga Rp 7.300/saham.

Dari sisi nilai transaksi, saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) memimpin dengan total nilai perdagangan masing-masing sebesar Rp 293,1 miliar dan Rp 290,5 miliar, diikuti BBRI senilai Rp 229,8 miliar.

Koreksi IHSG terjadi meski kabar positif berhembus terkait dengan pandemi. Terbaru, John Bell, profesor kedokteran di Universitas Oxford serta penasehat pemerintah Inggris menyatakan pemandangan horor gelombang Covid-19 sudah menjadi sejarah.

Saat berbicara di BBC Radio 4, Bell menganalisa data dari Inggris di mana penambahan kasus per hari mencapai rekor tertinggi, dan penerimaan pasien di rumah sakit berada di level tertinggi sejak bulan Maret. Tetapi, Bell mengatakan jumlah orang yang berada di ICU, khususnya yang sudah divaksinasi masih sangat, sangat rendah.

"Jumlah orang yang sakit parah dan meninggal akbat Covid-19 secara mendasar tidak mengalami perubahan sejak kita divaksinasi dan itu merupakan sesuatu yang sangat penting untuk diingat," katanya sebagaimana diwartakan CNBC International, Rabu (29/12).

Oleh karena itu, lanjut dia, adegan horor setahun yang lalu di mana ruang ICU penuh, banyak orang meninggal sebelum waktunya sudah menjadi sejarah alias tak bakal terjadi ke depan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sikapi Agresivitas The Fed, IHSG Sesi 1 Surut ke Zona Merah


(ags/ags)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading