Bitcoin-Ethereum Loyo Lagi, tapi Cardano-Binance Bergairah

Market - chd, CNBC Indonesia
28 December 2021 12:20
Infografis: Aksi Tipu-tipu di Dunia Kripto Paling Gempar di Dunia

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga kripto berkapitalisasi pasar besar (big cap) cenderung bervariasi pada perdagangan Selasa (28/12/2021) pagi hari waktu Indonesia, karena investor cenderung beralih ke pasar saham global dalam beberapa hari terakhir.

Melansir data dari CoinMarketCap per pukul 09:30 WIB, Bitcoin, Ethereum, Solana, XRP, Terra, dan Polkadot terpantau terkoreksi, sedangkan sisanya termasuk kripto stablecoin terpantau menguat.

Bitcoin terkoreksi 1,87% ke level harga US$ 49.811,81/koin atau setara dengan Rp 708.822.056/koin (asumsi kurs hari ini Rp 14.230/US$), Ethereum merosot 2,11% ke level US$ 3.985,01/koin atau Rp 56.706.692/koin.


Selanjutnya Solana ambles 3,47% ke US$ 191,35/koin (Rp 2.722.911/koin), XRP melemah 1,69% ke US$ 0,9041/koin (Rp 12.865/koin), Terra ambruk 10,10% ke US$ 92,27/koin (Rp 1.313.002/koin), dan Polkadot ambrol 5,28% ke US$ 30,01/koin (Rp 427.042/koin).

Sementara sisanya terpantau kembali menguat pada hari ini, di mana Cardano memimpin dengan menguat 2,16% ke level US$ 1,49/koin (Rp 21.203/koin).

Berikut pergerakan 10 kripto besar berdasarkan kapitalisasi pasarnya pada hari ini.

Kripto

Harga Bitcoin sempat melesat ke kisaran level US$ 52.000 sekitar dini hari tadi waktu Indonesia. Namun pada pagi hari ini, Bitcoin kembali ke bawah kisaran level US$ 50.000, atau lebih tepatnya berada di kisaran level US$ 48.000.

Hal ini karena aktivitas perdagangan kripto masih cenderung sepi, terlihat dari volume perdagangan Bitcoin yang hanya sebesar US$ 25 miliar, lebih tinggi sedikit dari Minggu lalu.

Investor cenderung memburu aset berisiko konvensional seperti saham dalam beberapa harterakhir. Hal ini pun membuat pasar saham Amerika Serikat (AS) masih cenderung cerah bergairah, karena adanya potensi Santa Rally.

Seperti disebutkan sebelumnya, Santa Rally terjadi di 5 hari perdagangan terakhir tahun ini, dan 2 hari pertama tahun depan.

Mengutip CNBC International, Santa Rally pertama kali diamati oleh Yale Hirsch, pendiri The Stock Trader's Alamac.

Dalam 45 tahun terakhir, Santa Rally menghasilkan return positif sebanyak 34 kali, dengan rata-rata sebesar sebesar 1,4%.

Pada Jumat pekan lalu, pasar kripto sempat mencicipi mode Santa Rally sejenak, di mana Bitcoin dan kripto big cap lainnya berhasil melesat.

Namun, karena investor menilai bahwa kenaikan kripto sudah terbilang cukup, maka mereka cenderung kembali merealisasikan keuntungannya pada hari ini.

Di lain sisi, koin digital (token) Terra telah menjadi salah satu kripto yang berkinerja terbaik di antara semua aset digital tahun ini, yakni melonjak 15 kali lipat.

Tak hanya harganya saja yang melonjak, kapitalisasi pasar token dengan kode LUNA tersebut juga berhasil menduduki posisi 10 besar dalam beberapa hari terakhir. Adapun kapitalisasi pasar LUNA saat ini mencapai US$

Pekan lalu, Terra menyalip Binance Smart Chain (BSC) untuk posisi kedua dalam hal total valuelocked (TVL), metrik yang digunakan untuk membandingkan aktivitas desentralized finance (DeFi) yang terjadi di berbagai blockchain.

Menurut perusahaan penyedia data DeFi Llama, Terra memiliki aset terkunci senilai US$ 17,9 miliar, lebih besar sedikit dari aset terkunci di BSC sebesar US$ 17,3 miliar.

Namun, blockchain Ethereum masih menduduki posisi pertama, di mana nilai blockchain tersebut mencapai lebih dari US$ 162 miliar.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bitcoin-Ethereum Lesu Terus, Kripto Big Cap Lainnya Ngacir!


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading