Ini Sektor Pendorong Kredit Bank Tumbuh Dua Digit di 2022

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
27 December 2021 16:05
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kembali menunjukan tajinya sebagai perusahaan dengan manajemen terbaik khususnya di bidang HR atau SDM. BRI memperoleh penghargaan internasional bergengsi yakni sebagai salah satu tempat bekerja terbaik di Asia atau Best Companies to Work For in Asia. Penghargaan diberikan oleh HR Asia Media, media di bidang HR profesional terpercaya di Asia.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertumbuhan kredit perbankan nasional di tahun depan diperkirakan bakal tumbuh kencang. Hal ini sejalan dengan tren pemulihan ekonomi domestik.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memperkirakan, tahun depan kredit perseroan bakal tumbuh di kisaran 8-10%. Demikian halnya dengan bank BUMN yang fokus pada pembiayaan perumahan, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) juga memperkirakan kredit akan tumbuh 8-10% dengan fokus pada pembiayaan perumahan bersubsidi.

Chief Economist BRI, Anton Hendranata mengungkapkan, ekspansi kredit ini sejalan dengan upaya BRI dalam mendorong pemulihan ekonomi, terutama sektor UMKM.


Anton Hendranata mengatakan, sektor UMKM terdorong pulih berkat daya beli masyarakat yang membaik sejak tahun ini. Kondisi ini membuka peluang bagi BRI untuk meningkatkan penyaluran permodalan pelaku UMKM.

"Demand yang meningkat dan konsumen yang semakin konsumtif sangat mendukung pertumbuhan kredit. Apalagi UMKM yang karakteristiknya unik di mana sektornya cepat terdampak bila mobilitas dibatasi, tapi juga cepat rebound saat mobilitas meningkat," kata Anton yang juga Research Director BRI Research Institute ini (21/12/2021).

Beberapa sektor UMKM yang potensial antara lain di sektor peternakan, perikanan, padi, kelapa sawit & gas bumi, serta farmasi yang diprediksi memiliki pertumbuhan kredit paling tinggi dengan risiko yang rendah.


Adapun proyeksi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) di BRI pada 2022 berada di kisaran 5,14%-6,84% yoy. Kendati demikian, likuiditas BRI masih punya ruang untuk ekspansi kredit karena rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) masih berada di level 83% atau di bawah batas bawah regulator sebesar 92%.

Kunci utama dari akselerasi pemulihan ekonomi, kata Anton, dengan tetap menjaga pengendalian pandemi COVID-19. Dengan begitu, penyaluran kredit dapat terjaga meski ada potensi kenaikansuku bunga acuan Bank Indonesia (BI), BI-7Days Reverse Repo Rate (BI-7DRR).

Secara terpisah, sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo memprediksi, kredit perbankan di tahun 2022 akan tumbuh pada kisaran 6% sampai dengan 8%. Hal ini ditopang oleh kondisi likuiditas di industri perbankan yang masih cukup melimpah untuk mengucurkan kredit.

"Kredit akan naik 6-8% seiring dengan pemulihan ekonomi. Kondisi di sektor keuangan likuiditas sangat melimpah," kata Perry.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bos BTN Pede Kredit Double Digit di 2022, Ini Alasannya!


(sys/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading