Internasional

Maaf Pecinta Kripto, Bitcoin Diramal Segera Tamat

Market - sef, CNBC Indonesia
18 December 2021 10:00
Ilustrasi Bitcoin (Photo by André François McKenzie on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Masa depan memang tak bisa diterka. Namun seorang akademisi meramal nasib buruk akan segera menghampiri salah satu cryptocurrency, Bitcoin.

Seorang profesor senior kebijakan perdagangan internasional Cornell University mengatakan Bitcoin akan berumur pendek. "Bitcoin sendiri mungkin tidak bertahan lebih lama," katanya dalam wawancara Squawk Box Europe, dikutip dari CNBC International, Sabtu (18/12/2021).




Harga Bitcoin sangat fluktuatif selama beberapa tahun terakhir. Dalam sebulan terakhir harga satu koin telah turun dari sekitar US$58.000 menjadi kurang dari US$46.000.

Ada sejumlah alasan yang melatarbelakangi itu. Bitcoin kurang ramah lingkungan dan tidak efisien.

"Penggunaan Bitcoin atas teknologi blockchain sangat tidak efisien," kata penulis "The Future of Money: How the Digital Revolution is Transforming Currencies and Finance" itu.

"Jejak karbon Bitcoin lebih besar dari seluruh Selandia Baru."



Bitcoin juga dikatakannya tak berfungsi dengan baik sebagai alat tukar. Ia berujar tak ada nilai fundamental.

"Mengingat bahwa Bitcoin tidak berfungsi dengan baik sebagai alat tukar, saya tidak berpikir itu akan memiliki nilai fundamental selain dari keyakinan investor apa pun yang dimilikinya," kata Prasad lagi.

Ia yakin polisi Bitcoin akan tergerus ratusan kripto lain yang kini muncul dengan sejumlah keunggulan. Namun, ia tak memungkiri Bitcoin telah memicu revolusi yang menguntungkan, langsung maupun tidak langsung.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tertinggi Dalam Sejarah, Harga Bitcoin Sentuh US$ 60.000


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading