Yah! Pasar Kripto Loyo, Harga Bitcoin & Ethereum Turun

Market - chd, CNBC Indonesia
13 December 2021 10:25
A bitcoin logo is seen at a facility of the Youth and Sports Ministry in Caracas, Venezuela February 23, 2018. REUTERS/Marco Bello

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mayoritas kripto berkapitalisasi pasar besar (big cap) kembali terkoreksi pada perdagangan Senin (13/12/2021) pagi hari waktu Indonesia, karena investor cenderung kembali menahan selera risikonya sembari menanti hasil rapat bank sentral Amerika Serikat (AS) pada Rabu (15/12/2021) waktu AS.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap pukul 09:20 WIB, hanya koin digital stablecoin, Polkadot, dan Terra yang masih menguat pada pagi hari ini.

Polkadot melesat 4,13% ke level harga US$ 28,85/koin atau setara dengan Rp 413.998/koin (asumsi kurs hari ini Rp 14.350/US$) dan Terra menguat 3,52% ke level US$ 60,50/koin atau Rp 868.175/koin.


Sedangkan sisanya kembali terkoreksi cenderung tipis pada hari ini. Bitcoin melemah 0,84% ke level US$ 48.795,49/koin atau Rp 700.215.282/koin, Ethereum merosot 1,36% ke US$ 3.987,24/koin (Rp 57.216.894), dan Cardano ambles 5,25% ke US$ 1,31/koin (Rp 18.799/koin).

Berikut pergerakan 10 kripto besar berdasarkan kapitalisasi pasarnya pada hari ini.

Kripto

Meskipun pada perdagangan Minggu (12/12/2021) kripto big cap sempat pulih sejenak, tetapi pada pagi hari ini kembali cenderung terkoreksi, walaupun koreksinya juga masih cenderung tipis.

Kembali terkoreksinya kripto big cap pada pagi hari ini terjadi karena investor cenderung wait and see sembari memantau rapat bank sentral Amerika Serikat (AS) yang akan dimulai pada Selasa (14/12/2021) besok dan berakhir pada Rabu (15/12/2021).

Investor memantau kebijakan terbaru dari bank sentral Negeri Paman Sam (Federal Reserve/The Fed), meskipun mereka sudah memprediksi bahwa The Fed pada bulan ini masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level rendah.

Namun, investor lebih melihat dari laju pengurangan pembelian obligasi atau tapering, di mana The Fed berencana untuk mempercepat tapering, sehingga penguarangannya bertambah menjadi US$ 30 miliar.

Nilai QE bank sentral paling powerful di dunia ini sebesar US$ 120 miliar, dan tapering sudah mulai dilakukan pada November lalu. Artinya, hingga QE menjadi nol diperlukan waktu selama 8 bulan.

The Fed diperkirakan akan meningkatkan tapering hingga menjadi US$ 30 miliar per bulan, sehingga QE akan menjadi nol dalam waktu 4 sampai 5 bulan. Selain itu, The Fed juga diprediksi akan memberikan indikasi agresif menaikkan suku bunga di tahun depan.

Untuk saat ini, The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga dua hingga tiga kali di tahun depan.

Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME Group, pasar melihat ada probabilitas sebesar 42,4% The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (0,25%) menjadi 0,25% - 0,5% pada Juni 2022.

Kemudian, The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga lagi pada bulan September dan Desember 2022, masing-masing sebesar 25 basis poin.

Namun, kabar cenderung baik juga hadir di pasar kripto, di mana pemerintahan AS Joe Biden pada Selasa (7/12/2021) lalu menerbitkan sebuah dokumen yang disebut "Strategi Amerika Serikat untuk Melawan Korupsi.", salah satu proposal untuk membantu memerangi korupsi adalah pembentukan "Tim Penegakan Cryptocurrency Nasional" yang akan menangani penyalahgunaan kriminal kripto.

Sehari setelahnya, yakni pada Rabu (8/12/2021) lalu membawa lebih banyak berita menarik bagi penggemar kripto yang taat hukum.

Delegasi CEO dari enam perusahaan kripto teratas, termasuk Coinbase, Circle, FTX, dan Paxos, mengunjungi Kongres AS untuk membahas pentingnya kripto dan peraturan dalam sidang selama lima jam.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bitcoin-Ethereum Drop, Harga Dogecoin-Shiba Inu Hijau!


(chd/chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading