Crash.. Crash.. Crash... Harga Bitcoin Ambrol 20% Lebih!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
04 December 2021 17:20
Ilustrasi/ Bitcoin/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Kemerosotan harga bitcoin berlanjut pada perdagangan Sabtu (4/12), bahkan semakin parah ketimbang Jumat kemarin. Bitcoin jeblok hingga dua dijit persentase dan menyentuh level terendah dua bulan.

Melansir data dari Coin Market Cap, bitcoin hair ini sempat ambrol lebih dari 20% ke US$ 42,874,62/koin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat. Kemerosotan tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan crash yang dialami kemarin.

Jika dilihat dari rekor tertinggi sepanjang masa US$ 68.789,63/koin, mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini sudah ambrol lebih dari 37%! Rekor tersebut dicapai pada 10 November lalu, artinya dalam kurang dari sebulan bitcoin sudah kehilangan lebih dari sepertiga nilainya.


Selain bitcoin, ethereum juga jeblok hari ini, tetapi tidak sebesar bitcoin. Ethereum hari ini sempat merosot hingga 11% dibandingkan penutupan kemarin.

Jebloknya harga bitcoin mengikuti aset-aset berisiko lainnya akibat penyebaran virus corona varian Omicron. Selain itu, bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang kemungkinan akan mempercepat normalisasi kebijakan moneternya juga diperkirakan membuat pasar kripto rontok.

Salah satu investor ternama, Louis Navellier, salah satunya.

"The Fed sedang melakukan tapering, dan hal tersebut akan memicu koreksi di aset berisiko dan bitcoin termasuk di dalamnya. Semakin cepat The Fed melakukan tapering, maka kita akan melihat volatilitas yang tinggi di pasar saham dan obligasi, dan tentu saja bitcoin," kata Navellier, sebagaimana diwartakan Business Insider yang dikutip Forbes, Jumat (3/12).

Sementara itu Mike Novogratz, triliuner investor kripto, dan CEO Galaxy Digital mengatakan kebijakan The Fed bisa membuat pasar kripto runtuh di 2022.

"Orang-orang kini menjadi bearish terhadap bitcoin dan mata uang kripto lainnya setelah penguatan tajam. Dalam satu tahun terakhir, bitcoin melesat nyaris 200%, ethereum 600% belum lagi yang lainnya juga naik ratusan persen," kata Novogratz, sebagaimana diwartakan Forbes, Selasa (30/11).

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bitcoin 'Diramal' Rp1,4 M, Tapi Solana Meroket & Cetak Rekor!


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading