Benarkah Bandara Kualanamu Dijual ke India?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
02 December 2021 16:20
Infografis/Bandara Kualanamu Tak Dijual, Cek Faktanya Nih!/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) angkat bicara mengenai kisruh pelepasan aset BUMN, Bandara International Kualanamu di Sumatera Utara. Disebutkan bahwa hal yang dilakukan adalah kerja sama strategis antara PT Angkasa Pura 2 dengan GMR Airports, asal India.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan langkah yang dilakukan adalah kerja sama konsesi selama 25 tahun. Terjadinya kerja sama tersebut dilakukukan dengan proses tender yang panjang dan terstruktur dan dipantau oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Ada bberaa diskusi mengenai Kualanamu. Jadi intinya yang kami lakukan di Kualanamu adalah mengkerjasamakan konsesi selama 25 tahun di mana Kualanamu ini dimiliki oeh AP 2 dan telah menjalankan proses tender yang sangat panjang dan terstruktur, di mana BPKP juga terlibat dalam prosesnya," kata Kartika dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (2/12/2021).


Dia menjelaskan, tujuan kerja sama tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas Kualanamu untuk bisa menjadi bandara untuk hub internasional, tidak hanya sebagai sarana penerbangan domestik.

Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa posisi geografis Kualanamu sangat strategis. Sementara, untuk hub internasional untuk penerbangan dari wilayah Asia selatan menuju Asia utara ataupun Australia saat ini masih bergantung pada Changi Airport di Singapura dan Kuala Lumpur International Airport (KLIA) di Malaysia.

Dengan adanya upaya untuk meningkatkan kemampuan Kualanamu, diharapkan kapasitasnya bisa menjadi 44 juta penumpang per tahun, dari saat ini baru mencapai 10 juta per tahun.

"Jadi saya rasa itu deal yang sangat baik, prosesnya juga kita kawal dan kita minta BPKP mengawal juga ini bisa jadi kerja sama strategis dan setelah 25 tahun nanti kalau bandaranya sudah bagus dan meningkat kualitasnya akan kembali lagi menjadi milik AP 2," terang dia.

Untuk diketahui, GMR Airports Ltd adalah operator bandara asal India yang mengelola Delhi International Airport, Hyderabad International Airport di India, dan Bidar Airport di India. Perusahaan ini juga mengelola Mactan Cebu International Airport di Filipina.

Skema dalam kerja sama ini adalah pelepasan 49% kepemilikan AP 2 di Bandara Kualanamu kepada GMR. Keduanya membentuk perusahaan patungan yang bernama PT Angkasa Pura Aviasi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

BRI Dorong Produksi Padi Terapkan Klaster & Teknologi Modern


(mon/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading