Saham Siklikal Diburu, Dow Jones Dibuka Melesat 260 Poin

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
01 December 2021 21:58
FILE - In this Oct. 14, 2020 file photo, the American Flag hangs outside the New York Stock Exchange in New York.Stocks were posting strong gains in early trading Thursday, May 13, 2021, following three days of losses and the biggest one-day drop in the S&P 500 since February.  (AP Photo/Frank Franklin II, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan Rabu (1/12/2021), di tengah penguatan saham-saham siklikal yang bakal diuntungkan dari pembukaan kembali ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average lompat 260 poin (+0,5%) pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB) dan selang 30 menit menjadi 232,1 poin (+0,67%) ke 34.715,84 sementara S&P 500 lompat 50,05 poin (+1,1%) ke 4.617,05. Nasdaq melesat 172,3 poin (+1,11%) ke 15.710.

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah bertenor 10 tahun kembali ke level 1,5% setelah sempat turun 8 basis poin (bp) menjadi 1,45%. Artinya, pasar mulai keluar dari aset safe haven tersebut untuk memburu aset-aset saham.


Saham peritel GAP melompat 3% lebih di pembukaan bersama dengan saham kapal pesiar Norwegian Cruise. Saham energi juga menguat setelah harga kontrak berjangka minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) melesat lebih dari 4% menjadi US$ 69/barel.

Kemarin, Dow Jones anjlok 650 poin lebih sementara S&P 500 terbanting 1,9% dan Nasdaq tergelincir 1,6%. Indeks saham kroco yakni Russell 2000 juga anjlok, sebesar 1,9%.

"Kami menduga aksi jual baru-baru ini membuka peluang investor jangka panjang. Namun, investor yang ingin menghindari potensi koreksi besar (sementara gagal meraih potensi reli) perlu menunggu hingga pertemuan [bank sentral AS] pada 15 Desember," tulis perencana investasi Wolfe Research Chris Senyek dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

Bos Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mengejutkan pasar setelah menyatakan bahwa program tapering off (pengurangan pembelian obligasi di pasar sekunder) bisa dipercepat lajunya. Goldman Sachs memperkirakan lajunya akan diperbesar menjadi US$ 30 miliar/bulan.

Di tengah kekhawatiran akan omicron, bursa saham AS secara bulanan tertekan. Dow Jones terhitung anjlok 3,7% pada November, S&P 500 melemah 0,8%, sementara Nasdaq masih naik 0,25%. Russell 2000 ambruk 4,3%, menjadi koreksi bulanan terburuk sejak Maret 2020.

Namun secara tahun berjalan (year to date/YTD), semuanya masih hijau. Dow Jones terhitung naik 12,7% S&P 500 melejit 21,6% dan Nasdaq terbang 20,6%.

Pasar gembira melihat data slip gaji pegawai swasta versi ADP yang bertambah 534.000 unit pada November, atau di atas ekspektasi pasar yang semula hanya memperkirakan penambahan sebanyak 506.000 unit.

Hari ini, investor akan memantau kembali omicron, dan beberapa data ekonomi kunci seperti Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers' Index/PMI) sektor manufaktur per November versi ISM.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading