Abaikan IMF, El Salvador Tambah 100 BTC Saat Kripto Ambruk

Market - Feri Sandria, CNBC Indonesia
28 November 2021 15:15
An alleged infiltrated paints a graffiti on a bank during a protest against the use of Bitcoin as legal tender and legal reforms to extend president Nayib Bukele's term in San Salvador, El Salvador, September 15, 2021. REUTERS/Jose Cabezas

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyebaran varian baru dari virus Covid-19 menimbulkan ketakutan di kalangan investor yang menyebabkan turunnya harga banyak mata uang Kripto. Menanggapi kondisi tersebut El Salvador malah kembali membeli 100 bitcoin (BTC) lagi ke perbendaharaannya meskipun ada peringatan baru-baru ini oleh Dana Moneter Internasional (IMF) untuk tidak menggunakan BTC sebagai alat pembayarannya.

Pembelian tersebut menjadikan jumlah total bitcoin yang telah dibeli menjadi 1.220.

Presiden El Salvador Nayib Bukele mengatakan dalam sebuah tweet Sabtu (27/11) dini hari WIB, bahwa pemerintah negara Amerika Tengah tersebut telah membeli koin kripto dengan 'diskon.'




Sebuah panel penasihat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Jumat mengklasifikasikan varian Covid-19 baru, yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, sebagai virus yang sangat mudah menular, menamakannya "Omicron."

Pasar kripto kehilangan miliaran dolar pada hari Jumat di tengah laporan variasi virus corona baru. Harga bitcoin turun dari $59.165 pada Kamis sore menjadi $53.798 pada Jumat sore. Pukul 12.15 hari ini, BTC tercatat diperdagangkan di harga $54.223,23 per koin berdasarkan data dari coinmarketcap.com.

Harga bitcoin ambruk di akhir pekan setelah sitemukannya varian virus covid baruFoto: coinmarketcap
Harga bitcoin ambruk di akhir pekan setelah sitemukannya varian virus covid baru

El Salvador membuat tender legal bitcoin bersama dolar AS pada 7 September. Pada saat itu, harga BTC sekitar $46.000.

Sejak bitcoin menjadi alat pembayaran yang sah, El Salvador telah membeli 1.220 BTC secara keseluruhan, menurut pengumuman oleh Bukele.

Sehari sebelum undang-undang bitcoin negara itu mulai berlaku, El Salvador melakukan dua kali pemesanan masing-masing 200 bitcoin. Negara tersebut kemudian membeli 150 BTC lagi pada 7 September dan menambah 150 koin pada 20 September. Bukele mengatakan pada saat itu, "El Salvador memegang 700 koin."

Sejak itu, El Salvador membeli 420 koin lagi pada 27 Oktober, sehingga total pembelian menjadi 1.120 koin. Pembelian hari Jumat mendorong simpanan bitcoin negara itu menjadi 1.220 koin. Pada harga saat ini, 1.220 bitcoin bernilai sekitar US$ 66,15 juta atau nyaris Rp 1 triliun.

Presiden Bukele mengumumkan minggu lalu terkait rencana untuk membangun kota bitcoin pertama di dunia yang ditenagai oleh gunung berapi dan dibiayai oleh obligasi bitcoin. Dia mencatat tidak akan ada pajak di kota bitcoin kecuali pajak pertambahan nilai (PPN).

Namun, sehari setelah pengumuman, Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan negara tersebut agar tidak menggunakan BTC sebagai alat pembayaran yang sah. IMF mengatakan "risiko signifikan terhadap perlindungan konsumen, integritas keuangan, dan stabilitas keuangan" sebagai alasannya, menambahkan bahwa hal tersebut "juga menimbulkan kewajiban kontinjensi fiskal."


[Gambas:Video CNBC]

(fsd/fsd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading