ISAT Bagi Dividen Interim Rp 4,99 T, Simak Jadwalnya!

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
26 November 2021 09:16
foto : detik.com/Ari Saputra Foto: detik.com/Ari Saputra

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten jasa telekomunikasi, PT Indosat Tbk (ISAT) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2021 senilai Rp 4,99 triliun.

Dengan demikian, nantinya setiap pemegang saham yang namanya dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseoran berhak menerima dividen interim senilai Rp 920,14 per sahamnya.

"Berdasarkan Keputusan Tertulis Direksi No. 474/AT0-ATA/FIN/21 dan Keputusan Tertulis Dewan Komisaris No. 17-2021, dengan ini diumumkan kepada para pemegang saham Perseroan, bahwa Perseroan akan membagikan Dividen Interim sebesar Rp 4.999.979.570.690 untuk tahun buku 2021," ungkap manajemen Indosat, dalam keterbukaan informasi, Jumat (26/11/2021).


Terkait pembagian dividen ini, perseroan sudah memperoleh persetujuan dewan komisaris dan keputusan direksi pada 24 November 2021.

Cum dividen interim di pasa reguler dan pasar negosiasi dijadwalkan pada 6 Desember 2021. Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 7 Desember 2021.

Sedangkan, cum dividen di pasar tunai dan tanggal daftar pemegang saham yang berhak mendapat dividen interim atau recording date pada 8 Desember. Adapun, ex dividen di pasar tunai pada 0 Desember dan pembayaran dividen interim pada 16 Desember 2021.

Sebagai informasi, perseroan membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 5,80 triliun pada kuartal ketiga tahun ini (Q3) atau per September 2021. Nilai tersebut berkebalikan dari periode yang sama di tahun sebelumnya rugi Rp 457,50 miliar.

Pada periode sembilan bulan pertama tahun ini, ISAT membukukan pendapatan sebesar Rp 23,05 triliun, meningkat 11,96% dari periode sama di tahun sebelumnya Rp 20,59 triliun.

Rinciannya, pendapatan selular masih memberi andil terbesar yakni Rp 18,78 triliun, naik dari tahun sebelumnya Rp 17,03 triliun. Pendapatan multimedia, komunikasi data, internet (MIDI) naik menjadi Rp 3,84 triliun dari sebelumnya Rp 3,16 triliun. Sedangkan, pendapatan telekomunikasi tetap tercatat sebesar Rp 422,86 miliar dari tahun sebelumnya Rp 395,50 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(sys/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading