Investor Khawatir Inflasi Tinggi, Bikin Bitcoin Cs Melesat

Market - chd, CNBC Indonesia
18 November 2021 10:25
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Art Rachen on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga bitcoin, ethereum, dan kripto berkapitalisasi pasar di atas US$ 30 miliar berhasil berbalik arah (rebound) ke zona hijau pada perdagangan Kamis (18/11/2021) pagi hari ini, setelah selama tiga hari beruntun mengalami koreksi akibat aksi jual (profit taking) investor.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:00 WIB, kripto berkapitalisasi pasar di atas US$ 30 miliar berhasil menguat kembali pada pagi hari ini, kecuali kripto jenis stablecoin.

Bitcoin terpantau menguat 1,37% ke level harga US$ 60.456,77/koin atau setara dengan Rp 861.508.973/koin (asumsi kurs hari ini Rp 14.250/US$), ethereum melesat 3,3% ke level US$ 4.308,73/koin atau Rp 61.399.403/koin, dan polkadot melompat 6,56% ke US$ 42,81/koin (Rp 610.043/koin.


Berikut pergerakan 10 kripto dengan kapitalisasi pasar di atas US$ 30 miliar pada hari ini.

Kripto

Bitcoin kembali diperdagangkan di kisaran level US$ 60.000 pada pagi hari ini, karena investor kembali khawatir seputar inflasi, sehingga mereka cenderung memburu bitcoin yang dianggap sebagai salah satu aset lindung nilai (hedging).

Tingginya inflasi, utamanya di Eropa kembali menjadi perhatian pelaku pasar, termasuk di pasar kripto.

Biro Statistik Inggris siang kemarin melaporkan inflasi yang dilihat dari consumer price index (CPI) atau Indeks Harga Konsumen (IHK) melesat 4,2% di bulan Oktober dari tahun sebelumnya (year-on-year/YoY), dan dari bulan sebelumnya 3,1% YoY. Kenaikan tersebut bahkan lebih tinggi dari hasil polling Reuters yang memprediksi 3,9% YoY.

Inflasi Inggris di bulan Oktober menjadi yang tertinggi dalam satu dekade terakhir, tepatnya sejak November 2011. Inflasi tersebut lebih dari dua kali lipat dari target bank sentral Inggris (Bank of England/BOE).

Hal yang sama juga terjadi di zona euro, dimana inflasinya tumbuh 4,1% YoY, jauh di atas target bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) sebesar 2%.

Di kala inflasi sedang meninggi, maka investor cenderung akan mencari investasi lainnya yang dapat dijadikan lindung nilai (hedging), seperti bitcoin. Oleh karena itu, kenaikan inflasi di Benua Biru menjadi katalis positif bagi bitcoin pada hari ini.

Di lain sisi, ketika kripto big cap terkoreksi pada perdagangan kemarin, harga koin digital alternatif (altcoin) avalanche (AVAX) terpantau cerah dan berhasil melonjak ke rekor tertinggi, setelah kemitraan baru dengan raksasa akuntansi Deloitte diumumkan.

Analis Crypto mengatakan bahwa jaringan tersebut telah mendapat manfaat lebih dari US$ 600 juta dalam bentuk insentif dan penghargaan dana pengembangan yang diumumkan dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam sebulan terakhir, avalanche telah melesat hingga 85% dan mendorong kapitalisasi pasarnya menjadi US$ 23 miliar.

Pendiri sekaligus CEO Avalanche, Labs Emin Gun Sirer mengatakan pada Selasa kemarin bahwa perusahaannya akan bermitra dengan firma akuntansi "Empat Besar" Deloitte untuk membangun platform bantuan bencana yang lebih efisien menggunakan blockchain Avalanche.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bitcoin-Ethereum Drop, Harga Dogecoin-Shiba Inu Hijau!


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading