INA & Abu Dhabi Sepakati Kerangka Kerja Investasi Rp 142 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
07 November 2021 12:40
Presiden Jokowi bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Istana Al-Shatie, Abu Dhabi. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan investasi berkelanjutan milik Abu Dhabi, Abu Dhabi Growth Fund (ADG), telah menyatakan komitmennya untuk berinvestasi di Indonesia melalui portofolio ekuitas likuid maupun non-likuid.

Hal ini sejalan dengan komitmen investasi yang telah dilayangkan oleh Uni Emirat Arab (UEA) di Indonesia senilai US$ 10 miliar atau Rp 142 triliun (asumsi kurs Rp 14.200 per US$) melalui dana abadi Indonesia atau sovereign wealth fund (SWF) bernama Indonesia Investment Authority (INA).

ADG dan INA telah menandatangani Perjanjian Kerangka Kerja Investasi yang akan ditindaklanjuti dengan berbagai bentuk investasi keuangan berimbal hasil tinggi, baik strategi ekuitas likuid maupun non-likuid.


"Perjanjian yang ditandatangani bertujuan untuk menempatkan modal di berbagai instrumen keuangan," tulis keterangan resmi INA, dikutip Minggu (7/11/2021).

Penandatanganan ini dilakukan oleh Khalifa Sultan Al Suwaidi, Chief Executive Officer, ADG dan Ridha Wirakusumah, Ketua Dewan Direktur, INA dalam sebuah upacara di Dubai, Uni Emirat Arab.

Disebutkan bahwa UEA telah resmi menjadi investor jangkar (anchor investor) bagi INA setelah komitmen investasi US$ 10 miliar atas arahan Putra Mahkota UEA, Mohammed bin Zayed al-Nahyan, pada Maret 2021 lalu.

Sepanjang tahun ini, serangkaian kesepakatan kerja sama telah dibuat antara UEA dan Indonesia di sektor-sektor strategis, seperti infrastruktur, pariwisata, dan pertanian.

Pada September, kedua negara juga bersama-sama menyusun Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Emirat Arab (IUAE CEPA) yang diproyeksikan mampu meningkatkan hubungan perdagangan, serta memperluas peluang ekonomi dan investasi.

Untuk diketahui, ADG merupakan anak usaha dari ADQ yang didirikan pada Juli 2021. Perusahaan ini adalah pengelola dana investasi yang berfokus pada pertumbuhan.

ADG memiliki mandat untuk menjalankan beragam strategi dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan finansial tinggi bagi pemegang sahamnya, yakni pemerintah Abu Dhabi. ADG berinvestasi terutama dalam ekuitas swasta, modal ventura, hedge fund, dan ekuitas publik.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bos Hutama Karya Ungkap 5 Tol Dijual ke INA, Ruas Mana Saja?


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading