Halo! Shiba Inu Sedang Dibanting, Bitcoin Cs Melenggang

Market - chd, CNBC Indonesia
03 November 2021 10:10
In this Wednesday, Dec. 23, 2015 photo, Shinjiro Ono hugs his Shiba Inu Maru at Ueno Park in Tokyo. This bundle of fun and fur is a 7-year-old Shiba Inu who has been top dog on Instagram for several years. Marutaro has 2.2 million followers on Instagram. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mayoritas mata uang kripto (cryptocurrency) berkapitalisasi pasar besar terpantau positif pada perdagangan Rabu (3/11/2021) pagi waktu Indonesia, setelah sehari sebelumnya sempat diperdagangkan secara variatif.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap pukul 09:00 WIB, hanya kripto stablecoin tether dan koin digital Shiba Inu yang terkoreksi pada pagi hari ini.

Koin digital Shiba Inu merosot 2,17% ke level harga US$ 0,00006806/koin atau setara dengan Rp 1/koin (asumsi kurs Rp 14.250/US$).


Sementara sisanya terpantau menguat pada pagi hari ini. Bitcoin melesat 3,03% ke level harga US$ 63.164,48/koin atau Rp 900.093.840/koin, ethereum terbang 6,77% ke level US$ 4.611,59/koin (Rp 65.715.158/koin), solana meroket 12,48% ke US$ 227,13/koin (Rp 3.236.603/koin), dan dogecoin menguat 1,8% ke US$ 0,2725/koin (Rp 3.883/koin).

Berikut pergerakan kripto 10 besar dengan kapitalisasi pasar diatas US$ 30 miliar.

Kripto

Bitcoin kembali diperdagangkan di kisaran level US$ 63.000, setelah selama beberapa hari bertahan di kisaran level US$ 61.000.

Sementara di koin digital altcoin, ethereum sempat menyentuh level rekor tertinggi barunya yang terbentuk pada pukul 08:09 WIB, yakni di level US$ 4.636,42/koin.

Melesatnya harga kripto berkapitalisasi pasar lebih dari US$ 35 miliar, termasuk bitcoin terjadi di tengah sikap wait and see investor di pasar saham jelang pengumuman hasil rapat Komite Pengambil Kebijakan (Federal Open Market Committee/FOMC) oleh bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang dimulai pada hari ini hingga Kamis dini hari waktu Indonesia.

Namun kali ini, pelaku pasar tidak berfokus pada suku bunga acuan, tetapi mereka berfokus pada pengurangan pembelian surat berharga alias tapering off.

Pasar berekspektasi The Fed akan mengumumkan tapering esok hari. Sebagai awalan, pembelian surat berharga diperkirakan bakal berkurang US$ 15 miliar.

Nantinya pembelian surat berharga diperkirakan berkurang US$ 15 miliar setiap bulannya. Dengan kecepatan itu, maka tapering akan selesai dalam delapan bulan atau pertengahan tahun 2022.

Sementara itu, aliran dana masuk (inflow) ke exchange trade fund (ETF) bitcoin telah mencapai lebih dari US$ 1 miliar pada pekan pertama perdagangan ETF bitcoin, menandai keberhasilan ETF dalam melihat reli aset digital menuju tertinggi baru sepanjang masa.

Minat di pasar tumbuh pesat di kalangan investor ritel dan institusi, yang mengarah ke rekor inflow selama sepekan terakhir, tertinggi dalam periode tujuh hari sebelumnya.

Permintaan ini telah menjadi puncak minat yang meningkat dari investor institusional selama beberapa bulan terakhir.

Di lain sisi, kabar baik datang dari Australia, di mana Commonwealth Bank of Australia (CBA) akan menjadi bank di Australia yang pertama menawarkan layanan kripto kepada nasabahnya, terutama investor ritel.

Hal ini menandai perubahan dari sektor keuangan Australia yang sepenuhnya telah menolak untuk melakukan bisnis dengan penyedia cryptocurrency.

Dimulai dengan uji coba tahun ini, CBA akan bermitra dengan Gemini Trust Company LLC, perusahaan pertukaran kripto yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS) ini untuk menawarkan perdagangan sebanyak 10 cryptocurrency melalui aplikasi perbankannya, yang digunakan oleh sekitar 6,4 juta pelanggan.

Tahap awal, CBA akan menawarkan kemampuan untuk membeli, menjual, dan menahan 10 cryptocurrency termasuk Bitcoin, Etherum, dan Litecoin. Kemudian pada tahun 2022, akan bertambah lebih banyak daftar kripto yang terdaftar di CBA.

CBA juga akan mengeksplorasi perdagangan opsi (option) termasuk menawarkan pembayaran kripto untuk barang dan jasa.

"Kami percaya bahwa kami dapat memainkan peran penting dalam kripto untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang," kata Matt Comyn, Kepala Eksekutif Commonwealth Bank dalam pernyataanya, dikutip dari Reuters.

Keputusan CBA melakukan hal ini untuk menawarkan layanan yang telah didorong oleh meningkatnya permintaan klien untuk mata uang digital, dan mengikuti fintech lain yang menawarkan layanan kripto seperti Square, PayPal Holdings, dan Revolut yang berbasis di Inggris.

Langkah CBA ini kontras dengan tiga rekannya yang terbilang lebih kecil seperti National Australia Bank (NAB), Westpac Banking Corp, dan Australia and New Zealand Banking Group Ltd.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bitcoin Mulai Lesu, Harga Binance Coin Meroket 12% Lebih


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading