Waspada IHSG! Kejatuhan Harga CPO dkk Jadi Beban nih

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
28 October 2021 08:52
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang kembali melanjutkan pelemahan pada perdagangan Kamis ini (28/10/2021).

Sentimen utamanya bersumber dari pelemahan harga-harga komoditas global dan pelemahan bursa saham utama di Amerika Serikat.

Rabu kemarin (27/10), IHSG ditutup terkoreksi 0,82% ke level 6.602,20 poin dengan nilai transaksi Rp 13,36 triliun. Pelaku pasar asing melakukan pembelian bersih senilai Rp 223,92 miliar. Sejak awal tahun, investor asing tercatat membukukan pembelian bersih senilai Rp 40,44 triliun.


Pengamat pasar saham MNC Asset Management, Edwin Sebayang berpendapat, Kamis ini IHSG diperkirakan kembali melanjutkan pelemahan ke level 6.558 sampai dengan 6.654.

Hal ini, seiring dengan terkoreksinya sejumlah harga komoditas, seperti batu bara yang turun 8,8% semalam. Harga timah juga turun tajam 6,56% dan CPO turun 0,47%. Selain itu, pelemahan indeks Dow Jones di Wall Street semalam sebesar 0,74% menjadi katalis negatif bagi IHSG.

Dari dalam negeri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan, pertumbuhan kredit industri perbankan berkisar 4% - 5% sepanjang 2021. Sebelumnya, OJK memperkirakan pembiayaan perbankan tahun ini berkisar 6% plus minus 1%.

Sementara itu, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengungkapkan, perkembangan pergerakan IHSG terlihat masih akan berada dalam rentang konsolidasi wajar dengan potensi tekanan yang masih terlihat lebih besar dibanding dengan keinginan naiknya.

"Kurangnya sentimen yang dapat mem-booster kenaikan IHSG serta kondisi perlambatan perekonomian masih akan terus memberikan pengaruh terhadap kinerja emiten hingga beberapa waktu mendatang," kata William, Kamis (28/10/2021).

Namun, untuk jangka panjang masih terlihat bahwa perbaikan perekonomian akan terjadi dalam tempo cepat atau lambat sehingga dapat kembali mendorong kenaikan IHSG dalam jangka panjang.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Waswas Kasus Covid RI 'Meledak', IHSG Sulit Naik!


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading