Hanggar Pesawat Garuda Garap Lahan AP1, Bikin Apa ya?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
27 October 2021 15:45
FILE PHOTO: Garuda Indonesia airplane as seen at tarmac of the Soekarno Hatta airport in Jakarta, Indonesia, December 18, 2017. REUTERS/Beawiharta/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) atau GMF AeroAsia dan PT Angkasa Pura I (Persero) menjajaki kerja sama untuk pengelolaan lahan di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar untuk pengembangan dan operasional hanggar.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara kedua perusahaan.

Penandatanganan ini diwakili oleh Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi dan Direktur Utama AP I Faik Fahmi pada 26 Oktober lalu.


Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengatakan posisi Makassar tergolong strategis untuk menggarap pasar di kawasan Indonesia bagian tengah dan timur. Pasalnya, transportasi udara di kawasan Indonesia ini menjadi salah satu tumpuan dalam mendorong pergerakan penumpang maupun kargo karena yang lebih mudah dan cepat dibandingkan moda transportasi lainnya.

"Untuk menangkap potensi ini, kolaborasi antara kedua pihak dalam mengelola lahan tersebut dijalin guna menarik investor dalam pembangunan hanggar beserta fasilitas pendukungnya, sehingga menciptakan multiplier effect seperti pembukaan lapangan kerja, akselerasi ekonomi, serta nilai tambah bagi pemangku kepentingan," kata Faik dalam siaran persnya, Rabu (27/10/2021).

Sejalan dengan itu, Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi mengatakan pandemi yang saat ini memukul sektor aviasi mendorong GMF untuk memastikan strategi pemulihan kinerja dapat terimplementasi secara maksimal.

Kolaborasi dengan pihak eksternal menjadi salah satu strategi yang dilakukan perusahaan untuk mengantisipasi peluang pasca pandemi.

"Strategi recovery memang masih menjadi fokus kami saat ini. Namun demikian, kami optimis bahwa industri aviasi dapat segera pulih dalam beberapa tahun ke depan. Kolaborasi ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mempersiapkan diri dalam menangkap peluang dan mengantisipasi momentum tersebut," terangnya.

Dia menyebut, dengan mengoperasikan hanggar di Makassar yang memiliki kedekatan lokasi dengan customer di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur akan membantu menekan biaya operasional operator penerbangan dan memperkuat industri aviasi di kawasan domestik.

Belum lama ini, GMF yang merupakan anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) juga menjajaki potensi kerja sama dengan PT Sulzer Indonesia, yang merupakan bagian dari Sulzer Management Ltd. asal Swiss. Keduanya akan menjajaki kerja sama di bidang di bidang pemeliharaan turbin industrial.

Secara lebih rinci, kerja sama yang akan dijajaki meliputi pemeliharaan turbin industrial dan aeroderivative, engineering services, serta perawatan dan perbaikan komponen. Selain itu juga membuka peluang kerja sama pemasaran dan logistik.

Kerja sama ini ditempuh guna membantu mengimbangi pasar aviasi yang masih dinamis akibat pandemi. Terlebih, turbin gas aeroderivative memiliki prinsip kerja yang mirip dengan mesin pesawat.

Dari pasar modal, Rabu ini (27/10), saham GMFI ditutup turun 2,33% di Rp 84/saham dengan nilai transaksi Rp 88,90 juta dan volume perdagangan 1,05 juta saham. Dalam sepekan terakhir saham emiten hanggar pesawat ini turun 12.5% dan sebulan juga turun 13%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Punya Utang Rp 70 T, Bos Garuda: Kami Fokus Pemulihan Kinerja


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading