Gainers-Losers Sesi II

Saham BUMN Karya & IMJS Berkibar, Saham Batu Bara Ambles

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
22 October 2021 17:15
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten konstruksi, seperti BUMN Karya PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dan saham Grup Salim PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) menjadi jawara pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (22/10/2021).

Sementara, dua saham batu bara, PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berbagi tempat di daftar top losers.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat kembali atau rebound, setelah 2 hari melemah di zona merah. Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di posisi 6.643,738 atau naik 0,16% pada penutupan hari ini.


Mayoritas saham terhitung terkoreksi, yakni sebanyak 270 saham, sedangkan 246 lainnya menguat, dan 147 sisanya stagnan. Nilai transaksi pada perdagangan hari ini tercatat Rp 14,50 triliun dengan volume perdagangan 21,06 miliar saham.

Di tengah penguatan IHSG, investor asing mencetak pembelian bersih (net buy) senilai Rp 1,13 triliun di pasar reguler dan beli bersih Rp 56,69 miliar di pasar negosiasi dan pasar tunai.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi II hari ini (22/10).

Top Gainers

  1. Karya Bersama Anugerah (KBAG), saham +8,47%, ke Rp 64, transaksi Rp 58,7 M

  2. Nusa Konstruksi Enjiniring (DGIK), +7,69%, ke Rp 112, transaksi Rp 16,0 M

  3. Indomobil Multi Jasa (IMJS), +6,33%, ke Rp 470, transaksi Rp 43,4 M

  4. Adhi Karya (ADHI), +4,05%, ke Rp 1.155, transaksi Rp 106,6 M

  5. Matahari Putra Prima (MPPA), +3,28%, ke Rp 630, transaksi Rp 82,2 M

Top Losers

  1. Triniti Dinamik (TRUE), saham -6,91%, ke Rp 175, transaksi Rp 90,0 M

  2. Indika Energy (INDY), -6,78%, ke Rp 1.995, transaksi Rp 477,0 M

  3. Allo Bank Indonesia (BBHI), -6,64%, ke Rp 5.625, transaksi Rp 75,4 M

  4. Sriwahana Adityakarta (SWAT), -5,85%, ke Rp 177, transaksi Rp 18,5 M

  5. Bumi Resources (BUMI), -5,13%, ke Rp 74, transaksi Rp 82,3 M

Menurut data di atas, dua saham konstruksi, DGIK dan ADHI, menduduki 5 besar top gainers.

Saham DGIK naik 7,69% ke Rp 112/saham, usai ambles 4,59% pada perdagangan kemarin. Dalam sepekan saham DGIK terkerek 6,67% dan dalam sebulan melesat 47,37%.

Kedua, saham ADHI yang melesat 4,05%, rebound dari ambles 6,72% pada perdagangan Kamis kemarin. Dalam sepekan saham ADHI turun 2,12%, sementara dalam sebulan melejit 27,62%.

Selain DGIK dan ADHI, saham BUMN Karya PT PP Tbk (PTPP) menduduki peringkat keenam top gainers dengan menguat 2,80%.

Kemudian, saham IMJS berhasil terangkat 6,33% ke Rp 470/saham, bangkit dari koreksi 3,07% pada Kamis kemarin.

Sentimen positif terbaru bagi sektor otomotif, termasuk IMJS, adalah soal Bank Indonesia (BI) yang memutuskan untuk melanjutkan kebijakan yang akomodatif hingga akhir tahun depan, terutama untuk sektor properti dan otomotif.

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, 19-20 September 2021, Bank Sentral Nasional memutuskan untuk melanjutkan pelonggaran ketentuan uang muka kredit atau pembayaran kendaraan bermotor menjadi paling sedikit 0%, untuk semua jenis kendaraan bermotor baru.

Berbeda, dua saham batu bara, INDY dan BUMI, masing-masing merosot 6,78% dan 5,13%. Pelemahan keduanya bersamaan dengan koreksi saham-saham batu bara lainnya, di tengah aksi ambil untung investor yang masih terjadi.

Kemarin, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) berada di US$ 181,95/ton. Rontok 14,62% dibandingkan sehari sebelumnya. Ini adalah koreksi harian terdalam sejak 6 Oktober 2021.

Koreksi ini membuat harga si batu hitam melemah selama tujuh hari beruntun. Dalam tujuh hari tersebut, harga anjlok 30,02%.

Aksi ambil untung sepertinya masih mendera harga batu bara. Maklum, sebelumnya harga sudah naik tinggi sekali.

Dalam sebulan terakhir, harga batu bara masih membukukan kenaikan 2,04% secara point-to-point. Sejak akhir2020 (year-to-date), harga masih naik 122,57%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading