Bursa Asia Hijau, Berharap Bursa IHGS Bisa ke 6.700

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
22 October 2021 08:50
Passersby are reflected on a stock quotation board outside a brokerage in Tokyo, Japan, August 6, 2019.   REUTERS/Issei Kato

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas bursa Asia dibuka menghijau pada perdagangan Jumat (22/10/2021), mengikuti pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS) yang secara mayoritas ditutup menguat pada perdagangan Kamis (21/10/2021) waktu AS, di mana indeks S&P 500 berhasil menyentuh rekor tertinggi barunya kemarin.

Indeks Hang Seng Hong Kong dibuka menguat 0,3%, Shanghai Composite China bertambah 0,14%, Straits Times Singapura terapresiasi 0,24%, dan KOSPI Korea Selatan naik tipis 0,05%.

Sementara untuk indeks Nikkei Jepang pada pagi hari ini sempat dibuka melemah 0,43%. Namun selang sekitar 90 menit, Nikkei berhasil berbalik arah ke zona hijau, yakni melesat 0,74%.


Investor di Asia kembali akan memantau perkembangan masalah keuangan dari perusahaan properti terbesar kedua di China, yakni Evergrande, di mana potensi gagal bayar (default) teknis Evergrande semakin terlihat jelang berakhirnya masa tenggang 30 hari obligasi berdenominasi dolar AS berjatuh tempo 23 September lalu yang akan berakhir pada akhir pekan ini.

Sementara itu dari Jepang, data inflasi periode September 2021 telah dirilis pada pagi hari ini. Data inflasi dari sisi Indeks Harga Konsumen (IHK) periode September tercatat melonjak menjadi 0,2% secara tahunan (year-on-year/YoY), dari sebelumnya pada periode yang sama pada tahun 2020 sebesar -0,4%.

Sedangkan secara bulanan (month-on-month/MoM), IHK Jepang juga bertambah menjadi 0,4%, dari sebelumnya pada Agustus lalu sebesar -0,2%.

Sementara untuk IHK inti tercatat tumbuh menjadi 0,1% pada September 2021 (YoY), dan inflasi diluar bahan makanan dan energi tetap sebesar -0,5% pada September 2021 (YoY).

Di lain sisi, menguatnya kembali bursa Asia pada hari ini mengikuti pergerakan bursa saham Negeri Paman Sam yang secara mayoritas ditutup menguat pada perdagangan Kamis waktu setempat atau dini hari tadi waktu Indonesia, didorong oleh laporan pendapatan dan laba yang kuat serta optimisme investor jelang akhir tahun.

Indeks S&P 500 naik 0,3% ke level 4.549,78, di mana sebelumnya sempat menyentuh rekor tertinggi barunya pada perdagangan tengah hari (intraday) di level 4.551,44. Sedangkan Nasdaq ditutup melesat 0,62% menjadi 15.215,70.

Namun untuk indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) kembali ditutup turun tipis 0,02% di level 35.603,08.

Saham Tesla yang melonjak 3% menyusul kinerja keuangan positif dari pembuat kendaraan listrik tersebut dan membantu naiknya indeksnya S&P 500. Laporan laba cemerlang dari banyak perusahaan menjadikan S&P 500 naik 1,75% minggu ini dan 5% bulan ini.

Perusahaan Amerika sejauh ini memiliki kinerja laba yang solid di kuartal ketiga, meski permasalahan tingginya biaya masih terjadi. Dari 101 perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan hingga Rabu (20/10/2021), 84% melampaui perkiraan pendapatan analis menurut data Refinitiv.

Saham HP Inc. melonjak 6,9% karena pendapatan yang kuat dan meningkatkan proyeksi tahun 2022. Sementara saham teknologi besar lainnya juga membantu mengangkat pasar, seperti Nvidia dan Netflix.

Di luar teknologi, American Airlines naik 1,9% setelah membukukan keuntungan karena bantuan pemerintah federal pada kuartal ketiga.

Di sisi ekonomi, investor didorong oleh data pekerjaan yang kuat. Departemen Tenaga Kerja melaporkan klaim pengangguran turun ke level terendah pandemi sejumlah 290.000 pada pekan lalu. Angka tersebut lebih rendah dari diperkirakan oleh para ekonom dalam polling Dow Jones sebesar 300.000.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading