Jelang Libur Nasional, IHSG Berayun ke Zona Merah di Sesi 1

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
19 October 2021 11:51
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berayun ke zona merah pada penutupan perdagangan sesi pertama Selasa (19/10/2021), menyusul aksi ambil untung pemodal menjelang libur nasional,

Menurut data PT Bursa Efek Indonesia, IHSG berakhir di level 6,628,677 atau turun 30,1 poin (-0,45%) pada penutupan siang. Dibuka naik 0,1% ke 6.665,719, indeks acuan utama bursa ini menyentuh level tertingginya pada 6.677,597 tepat pukul 09:00 WIB,

Namun, selepas itu IHSG berbalik turun hingga menyentuh level terendah hariannya pada 6.613,889 beberapa menit jelang pukul 11:00 WIB. Mayoritas saham terkoreksi, yakni sebanyak 265 unit, sedangkan 232 lain menguat, dan 154 sisanya flat.


Nilai perdagangan agak menurun, menjadi sebesar Rp 8,2 triliun yang melibatkan 16 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 856.000-an kali. Investor asing masih mencetak pembelian bersih (net buy), kali ini senilai Rp 229,83 miliar.

Saham yang mereka borong terutama adalah saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai pembelian bersih masing-masing sebesar Rp 182,4 miliar dan Rp 90 miliar. Saham BBRI turun 0,7% ke Rp 4,380 tetapi BMRI flat di Rp 7.175/unit.

Sebaliknya, aksi jual asing menimpa saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dengan nilai penjualan bersih masing-masing sebesar Rp 172 miliar dan Rp 31,7 miliar. Kedua saham tersebut terkoreksi masing-masing sebesar 1,3% dan 0,7% menjadi Rp 7.425 dan Rp 700/saham.

Dari sisi nilai transaksi, BBCA kini memimpin dengan total nilai perdagangan sebesar Rp 483,6 miliar, diikuti BBRI senilai Rp 455,6 miliar dan BMRI senilai Rp 237,7 miliar. Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengekor dengan nilai Rp 237,7 miliar.

Koreksi terjadi jelang libur nasional memperingati Maulud Nabi. Pelaku pasar juga kurang optimistis setelah melihat data ekonomi di China dan posisi penutupan Wall Street dini hari tadi yang melemah.

Beberapa sentimen yang menekan pasar adalah pertumbuhan ekonomi China kuartal III-2021 yang hanya tumbuh 4,9% (tahunan), atau di bawah ekspektasi ekonom dalam polling Reuters yang memperkirakan angka 5,3%. Produksi industri bulan lalu juga di bawah ekspektasi.

Dari dalam negeri Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar sejak kemarin. Pasar memperkirakan tidak akan kejutan, di mana BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading